Dengan hanya 12 tim di tiga pool, penentuan tim yang lolos ke perempat final tidak bisa hanya berdasarkan dari juara dan runner-up pool. Dibutuhkan dua negara lain untuk masuk ke babak 8 besar tersebut dan dua tim itu diambil dari tim peringkat 3 terbaik.
Lalu, bagaimana penentuan posisi di klasemen? Sama seperti turnamen bola voli pada umumnya, penentuan peringkat di klasemen pertama-tama didasarkan kepada jumlah kemenangan, bukan jumlah poin.
Tapi jika ada dua tim atau lebih yang memiliki jumlah kemenangan sama, penentuan berikutnya akan melihat dari sisi jumlah poin. Dalam hal perolehan poin, tim yang menang 3-0 atau 3-1 akan mendapatkan 3 poin dan tim yang kalah dengan skor itu tidak mendapatkan poin.
Baca Juga:Siapakah Lawan Timnas Indonesia? Cek Daftar Tim dan Hasil Drawing FIFA ASEAN Cup 2026Siaran Langsung Pertandingan Aston Villa vs Indonesia All Stars Malam Ini Pukul 19.30 WIB, Live di ANTV
Kemudian tim yang menang dengan skor 3-2 akan memperoleh 2 poin. Sebaliknya, tim yang kalah dengan skor 2-3 masih mendapatkan 1 poin.
Bagaimana jika secara jumlah kemenangan dan jumlah poin masih sama? Penentuan berikutnya bergeser kepada rasio set. Perhitungan rasio set didapatkan dari jumlah set yang dimenangkan sebuah tim dibagi dengan jumlah set yang dimenangkan lawan.
Jika secara rasio set masih sama, akan dibedakan lagi dari sisi rasio poin. Perhitungan rasio poin diperoleh dari jumlah poin yang didapatkan selama pertandingan dibagi dengan jumlah poin yang didapatkan lawan.
Perlu diketahui bahwa jumlah poin yang dimaksud bukan dari hasil kemenangan yang menghasilkan 3 poin, 2 poin, atau 1 poin. Melainkan dari total poin yang terjadi selama pertandingan. Misalnya saja sebuah tim menang 3-0 (25-20, 25-20, 25-20), maka rasio poin sang pemenang adalah 1,250 (75 dibagi 60) dan rasio poin tim yang kalah adalah 0,800 (60 dibagi 75).
Timnas Voli Putri Indonesia sendiri sudah pernah 11 kali bermain di AVC Continental Cup, tidak termasuk tahun ini. Hasil terbaik yang pernah diraih adalah berada di peringkat 5 klasifikasi akhir pada tahun 1979.
Sedangkan dalam partisipasi terakhir tahun 2019, Indonesia berada di peringkat 8 klasifikasi akhir. Saat itu Indonesia masih diperkuat oleh Megawati Hangestri, Wilda Siti Nurfadhilah, Shella Bernadetha, Hany Budiarti, dan yang lainnya.
