2 Korban Keracunan MBG Karo Dirujuk ke RSCM, Menkes Ungkap Alasannya

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait korban keracunan MBG di Karo
Dua korban keracunan MBG Karo dirujuk ke RSCM atas permintaan Wapres Gibran, Menkes ungkap alasan lengkapnya. | Foto: Dok. DISWAY
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan alasan di balik keputusan merujuk dua pasien keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatra Utara, ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Kedua pasien tersebut adalah Agnesia Paruliana br Silitonga dan Febiona Purba.

Menurut Budi, rujukan ke RSCM dilakukan karena rumah sakit tersebut memiliki tim dokter yang jauh lebih lengkap dibandingkan Rumah Sakit Adam Malik. Hal ini disampaikan Budi dalam keterangannya kepada media, Selasa (15/9/2026).

“Waktu Pak Wapres ke sana, diminta agar kita membawa yang bersangkutan ke RSCM. Kenapa? Karena dilihat bahwa RSCM memiliki kemampuan dokter-dokternya yang jauh lebih lengkap dibandingkan Rumah Sakit Adam Malik,” kata Budi.

Baca Juga:Riset Gizi Anak Sekolah Jadi Masukan untuk Pengembangan Program MBGHasil Lab Kasus Keracunan MBG di Berastagi Ungkap 3 Bakteri, Siswi SMK Alami Hilang Ingatan 70 Persen

Tim Dokter Multidisiplin Dikerahkan

Menindaklanjuti arahan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, RSCM kemudian mengumpulkan sejumlah dokter dengan keahlian berbeda untuk memeriksa kondisi pasien secara menyeluruh. Budi menjelaskan tim tersebut terdiri dari dokter spesialis anak serta profesor yang memiliki keahlian di bidang neurologi anak atau saraf anak.

Selain itu, RSCM juga melibatkan profesor di bidang psikiatri anak untuk melihat kemungkinan adanya aspek kejiwaan yang berkaitan dengan kondisi pasien. “Kita juga memanggil Ketua Kolegium Anak untuk melihat secara keseluruhan tuh seperti apa,” jelasnya.

Budi mengatakan RSCM turut melibatkan dokter anak yang memahami penyakit dalam. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kondisi atau penyakit lain yang belum teridentifikasi. “Karena takutnya ada yang lain juga yang kita tidak tahu,” ujarnya.

Menurutnya, tim dokter RSCM saat ini sudah mulai bekerja melakukan pemeriksaan terhadap pasien. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat segera diketahui. “Nah, mereka tuh sudah bekerja, harusnya hasilnya sih sebentar lagi keluar,” imbuhnya.

Kondisi Kedua Korban

Sebagai informasi, terdapat dua pelajar yang mengalami keracunan MBG di Karo, Sumatra Utara, yaitu Agnesia Paruliana br Silitonga dan Febiona Purba. Febiona dirujuk ke Jakarta karena disebut mengalami gangguan ginjal seusai keracunan MBG. Sementara Agnesia dirujuk ke Jakarta karena diduga mengalami gangguan ingatan setelah menjadi korban keracunan MBG.

0 Komentar