Kabupaten Indramayu merupakan salah satu daerah penyangga pangan nasional yang dikenal sebagai lumbung padi Jawa Barat. Namun, musim kemarau yang berkepanjangan mulai mengancam ketersediaan air irigasi, salah satunya terlihat di Bendungan Cipancuh, Kecamatan Gantar, yang debit airnya terus mengalami penyusutan.
Kabupaten Indramayu merupakan salah satu daerah penyangga pangan nasional yang dikenal sebagai lumbung padi Jawa Barat. Namun, musim kemarau yang berkepanjangan mulai mengancam ketersediaan air irigasi.
Salah satunya Bendungan Cipancuh seluas sekitar 700 hektare yang berada di Desa Situraja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, kini mulai mengering akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
Baca Juga:Mahyudin Kembali Pimpin IKA UGJ – VideoReuni Emas Alumni Smanda 76 – Video
Penyusutan debit air terlihat di sejumlah titik bendungan. Area yang sebelumnya dipenuhi genangan air kini berubah menjadi hamparan tanah berlumpur, dengan hanya menyisakan genangan air di beberapa bagian.
Selama ini, Bendungan Cipancuh menjadi salah satu sumber air utama untuk mengairi areal persawahan serta memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Kecamatan Gantar dan Haurgeulis.
Kondisi tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran para petani. Pasalnya, jika musim kemarau terus berlangsung, pasokan air irigasi dikhawatirkan tidak mampu memenuhi kebutuhan lahan pertanian yang menjadi penopang produksi pangan di wilayah Indramayu.
Pemerintah bersama masyarakat berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga pasokan air Bendungan Cipancuh kembali pulih. Ketersediaan air yang mencukupi dinilai menjadi kunci untuk menjaga produktivitas pertanian dan mempertahankan Indramayu sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Barat.