Bantuan Pompanisasi Jadi Penyelamat Petani Di Kemarau Panjang – Video

Bantuan Pompanisasi Jadi Penyelamat Petani Di Kemarau Panjang
0 Komentar

Di musim kemarau yang berkepanjangan, ancaman gagal panen akibat kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon kini mulai teratasi. Bantuan berupa pompa air dan jaringan pipa dari Kementerian Pertanian kini telah mengalirkan air ke lahan pertanian yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pasokan air.

Di musim kemarau, kondisi kekeringan yang melanda ratusan hektare lahan pertanian di Kabupaten Cirebon membuat petani khawatir mengalami gagal panen. Salah satunya di Desa Geyongan, Kecamatan Arjawinangun, yang mengalami kekurangan air hingga sekitar 90 hektare lahan pertanian terdampak.

Selain Desa Geyongan, bantuan serupa juga diberikan di Desa Susukan, Kecamatan Susukan. Di lokasi ini, sekitar 200 hektare lahan sebelumnya terancam gagal panen akibat kekeringan. Setelah mendapatkan bantuan dua pompa dan jaringan pipa sepanjang 2,4 kilometer, sebagian besar lahan yang terdampak berhasil diselamatkan.

Baca Juga:KUA Didorong Naik Kelas Dan Bertransformasi Melalui Nasuha – VideoPemkab Cirebon Beri Hadiah Umrah – Video

Menindaklanjuti keluhan kelompok petani, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian. Hasilnya, bantuan irigasi bertekanan berupa satu unit pompa dan jaringan pipa sepanjang 1,5 kilometer diberikan untuk mengalirkan air dari saluran Rentang menuju areal persawahan.

Pompa yang digunakan merupakan pompa hybrid. Pada siang hari, pompa memanfaatkan panel surya, sedangkan pada malam hari menggunakan listrik. Sistem tersebut dinilai membantu menekan biaya operasional sekaligus memastikan pasokan air tetap tersedia bagi petani.

Bagi petani, keberadaan bantuan pompanisasi menjadi penyelamat di tengah kondisi kemarau panjang. Sebelumnya, petani hanya mengandalkan pompa-pompa kecil untuk mengairi sawah. Kini, aliran air dari saluran Rentang dapat didorong langsung menuju lahan pertanian.

Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan bantuan tersebut akan terus dijaga dan dimanfaatkan secara optimal. Dengan tersedianya pasokan air, petani di Desa Geyongan dan Susukan kini dapat melanjutkan musim tanam dan panen tanpa dihantui ancaman gagal panen akibat kekeringan.

0 Komentar