Ratusan hektare tanaman padi di Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, terancam gagal panen. Meski telah memasuki masa panen, tanaman padi milik petani mengering akibat kemarau berkepanjangan dan krisis pasokan air.
Ratusan hektare sawah di Blok Kayen, Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Cirebon, kini mengering. Padi yang seharusnya sudah siap panen justru mati sebelum waktunya, bulir-bulir padi kosong, hingga batang menguning dan kering. Bahkan, kondisi tanah sawah pun mengering tanpa adanya genangan air sedikit pun, sehingga hamparan tanah sawah mengalami retak dan mengakibatkan lubang yang menganga, menandakan telah lama tidak adanya pasokan air yang mengguyur tanah sawah tersebut.
Kekeringan membuat saluran irigasi lumpuh. Upaya penyedotan dengan pompa diesel juga tidak maksimal karena debit air tanah yang menurun drastis, bahkan tidak ada sama sekali aliran air. Berdasarkan data, petani setempat mencatat sebanyak 100 hektare lahan sawah dipastikan gagal panen total akibat kemarau panjang. Gagal panen ini menjadi bukti nyata dampak perubahan iklim yang dirasakan langsung oleh para petani.
Baca Juga:75 Kebakaran Terjadi Sepanjang 2026 – VideoKebakaran Hanguskan Rumah Di Kecamatan Cibingbin – Video
Para petani kini hanya bisa pasrah. Harapan mereka kini hanya satu, hujan segera turun agar musim tanam berikutnya bisa kembali normal. Seperti yang dialami salah seorang petani, sawah miliknya seluas satu hektare lebih mengalami gagal panen karena kekeringan dan tidak adanya pasokan air. Kondisi seperti ini dialami setiap tahun pada setiap musim kemarau.
Sementara itu, dari total 309 hektare sawah di Blok Kayen, Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Cirebon, yang terselamatkan dan bisa panen sekitar 200 hektare sawah. Namun, sekitar 100 hektare lebih sawah tidak dapat diselamatkan atau diperkirakan gagal panen.