Pemerintah Desa Tegalgubug Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon melakukan evaluasi menyeluruh pascakebakaran yang melanda Blok E Pasar Induk Sandang Tegal Gubug. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui penyebab kebakaran sekaligus menyusun sistem pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Pemerintah Desa Tegalgubug menggelar rapat koordinasi bersama Badan Permusyawaratan Desa, pengelola pasar dan petugas keamanan sebagai tindak lanjut pascakebakaran di Blok E Pasar Induk Sandang Tegal Gubug pada 2 Agustus 2026.
Sekretaris Desa Tegalgubug Adi Syahfrudin menjelaskan, evaluasi difokuskan pada penelusuran penyebab kebakaran, baik kemungkinan akibat korsleting listrik maupun faktor lain. Pemerintah desa juga berkoordinasi dengan pedagang yang memiliki CCTV untuk menelusuri rekaman sebelum kebakaran terjadi. Hasilnya akan dikoordinasikan dengan pihak kepolisian dan tim Inafis Polresta Cirebon.
Baca Juga:Mahyudin Kembali Pimpin IKA UGJ – VideoReuni Emas Alumni Smanda 76 – Video
Pemerintah desa juga menyoroti kondisi instalasi listrik di lingkungan pasar. Para pedagang akan diberikan sosialisasi agar selalu memastikan seluruh peralatan elektronik dimatikan setelah berdagang serta mengganti instalasi listrik yang sudah tidak layak pakai.
Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran menghanguskan sekitar empat puluh los dari total enam puluh los yang berada di Blok E. Dalam evaluasi tersebut, pemerintah desa juga mengakui ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan atau APAR masih sangat terbatas. Saat ini hanya tersedia tiga unit APAR yang ditempatkan di kantor pengelola pasar.
Ke depan, pemerintah desa berencana menambah APAR di titik-titik rawan kebakaran serta mendorong pedagang menyediakan APAR secara mandiri di kios masing-masing. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan keamanan dan mencegah terjadinya kebakaran di Pasar Induk Sandang Tegal Gubug.