Prof. Rokhmin Dahuri Ingatkan Jangan Terlalu Cinta Dunia, Islam Harus Jadi Pedoman Hidup – Video

Prof. Rokhmin Dahuri Ingatkan Jangan Terlalu Cinta Dunia, Islam Harus Jadi Pedoman Hidup
0 Komentar

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Prof. Rokhmin Dahuri mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak dalam mengejar dunia secara berlebihan. Dalam tausiahnya saat bertemu warga di Majelis Taman Nuansa Majasem, ia menyebut banyak elit di negeri ini tersandung kasus hukum karena “penyakit cinta dunia” yang berdampak besar bagi bangsa.

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Rokhmin Dahuri bersilaturahmi dan memberikan tausiah kepada warga Taman Nuansa Majasem Kota Cirebon di Masjid Al Hikmah. Dalam kesempatan itu ia menyampaikan pesan agar Islam tidak hanya dijadikan pedoman untuk akhirat, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan dunia.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan dan Perikanan tersebut mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak dalam mengejar dunia secara berlebihan. Prof. Rokhmin menyoroti salah satu akar persoalan bangsa saat ini. Menurutnya, dengan potensi kekayaan alam yang luar biasa, Indonesia masih dihadapkan pada kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, hingga kerusakan lingkungan.

Baca Juga:Mahyudin Kembali Pimpin IKA UGJ – VideoReuni Emas Alumni Smanda 76 – Video

Sumber utamanya adalah banyak para elit pemerintahan yang terlanda penyakit terlalu cinta dunia. Ia mencontohkan sejumlah kasus besar yang sempat viral, mulai dari tambang timah, hingga penemuan harta dan emas dalam jumlah fantastis oleh oknum tertentu.

Ironisnya, di sisi lain masih banyak guru honorer yang telah mengabdi lebih dari 10 tahun namun hanya digaji Rp400 ribu per bulan. Guru adalah fondasi kemajuan bangsa. Dari gurulah akan lahir lulusan yang berkualitas, berakhlak mulia, dan menguasai sains teknologi,”

Prof. Rokhmin mengajak umat untuk mengamalkan Islam secara kaffah, termasuk dalam aspek sosial. Ia menekankan pentingnya sistem berbagi dan mengatur kehidupan bermasyarakat, mulai dari RT RW, pendidikan, hingga sains teknologi.

Ia berharap pesan ini dapat menggugah untuk menjadi penolong bangsa, di tengah kegagalan sistem kapitalisme yang menurutnya memicu perang, kemiskinan, kelaparan, dan kerusakan lingkungan global.

0 Komentar