Gangguan distribusi air bersih PDAM di sejumlah wilayah Kabupaten Indramayu mendapat perhatian Bupati Indramayu. Kondisi ini terjadi di tengah musim kemarau yang menyebabkan ketersediaan air baku semakin terbatas. Bupati meminta PDAM segera mengambil langkah agar pelayanan air kepada masyarakat kembali normal.
Bupati Indramayu bersama jajaran pemerintah daerah dan manajemen PDAM melakukan klarifikasi terkait gangguan distribusi air yang dikeluhkan masyarakat. Bupati mengatakan, keluhan mengenai air PDAM yang mati banyak disampaikan masyarakat melalui media sosial.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari musim kemarau yang saat ini melanda Kabupaten Indramayu dan berdampak terhadap ketersediaan air, termasuk air baku untuk kebutuhan masyarakat.
Baca Juga:Wajah Kab. Cirebon "Cacat" Akibat TPS Liar Di Exit Tol – VideoSSB Garuda Jaya U12 Raih Juara Tiga Liga Yooscout 2026 – Video
Sementara itu, Direktur PDAM Indramayu, Umar, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya kelancaran distribusi air. Direktur PDAM Indramayu menjelaskan, salah satu kendala terjadi pada proses pengambilan air baku di dua intake, yakni Intake Plumbon dan Intake Bojong, yang sumber airnya berasal dari Sungai Cimanuk lama.
Selain itu, gangguan juga terjadi akibat adanya permasalahan pada Bendungan Karet Bangkir. Untuk mengatasi keterbatasan air baku, PDAM kemudian mengambil langkah alternatif dengan memanfaatkan sumber air dari Intake 200 yang berada di Desa Lobener.
PDAM menyebut distribusi air akan dilakukan secara bertahap. Setelah ketersediaan air baku mulai masuk ke instalasi pengolahan, pemadatan distribusi ditargetkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
PDAM juga menyampaikan dua langkah yang dinilai dapat membantu meningkatkan ketersediaan air baku, yakni perbaikan Bendungan Karet Bangkir yang kini mulai kembali beroperasi serta peningkatan debit air di sungai oleh pihak Balai Besar Wilayah Sungai atau BWS.
Pemerintah Kabupaten Indramayu meminta masyarakat tetap bersabar selama proses normalisasi distribusi berlangsung. Sementara PDAM diharapkan terus mencari sumber air alternatif dan memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat segera kembali normal di tengah kondisi kemarau.
