32 calon Paskibraka Kota Cirebon, menjalani pemusatan latihan, untuk persiapan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di balik tugas pengibaran bendera, Capaska digembleng untuk menjadi satu kesatuan pasukan yang disiplin, kompak, dan tanpa kesalahan.
Pemusatan calon Paskibraka Kota Cirebon dikemas dalam program bernama Desa Bahagia. Sebanyak 32 pelajar terpilih, ditempa tak hanya dalam kemampuan baris-berbaris, tetapi juga mental, disiplin, kekompakan, dan tanggung jawab.
Dari 212 siswa yang mendaftar dari 19 SMA, SMK, dan MA di Kota Cirebon, hanya 32 peserta yang akhirnya terpilih menjadi calon Paskibraka tingkat kota. Dalam momen hari-hari terakhir pemusatan, kekompakan pasukan ketepatan gerakan, stamina, dan mental, menjadi fokus utama. Tak hanya latihan fisik, para peserta juga mendapat pembinaan karakter, wawasan kebangsaan, serta nilai-nilai Pancasila.
Baca Juga:Pasokan Terbatas, Omzet Pedagang Sayur Di Pasar Bangkir Turun – VideoKab Cirebon Siapkan Tenaga Kerja Lokal Hadapi Investasi – Video
Kesbangpol Kota Cirebon juga memastikan pola makan peserta turut diatur untuk menjaga kondisi fisik. Selama pemusatan, peserta dilarang mengonsumsi makanan pedas dan minuman es. Kondisi kesehatan mereka juga terus dipantau, dengan dukungan tim kesehatan dan PSC 119.
Sementara, para calon Paskibraka ini membawa kebanggaan sekolah dan keluarga masing masing setelah terpilih masuk pemusatan pasukan pengibar bendera tingkat Kota Cirebon, untuk bertugas mengibarkan Sang Merah Putih dalam upacara kemerdekaan 17 Agustus 2026 nanti.
Bagi para peserta, Paskibraka bukan sekadar tugas mengibarkan bendera. Melainkan proses pembentukan karakter, disiplin, kepemimpinan, dan semangat pengabdian, yang diharapkan terus dibawa hingga mereka dewasa.