Harga sejumlah jenis sayuran di Pasar Bangkir, Indramayu, mengalami kenaikan, Selasa pagi. Kondisi ini terjadi karena pasokan dari pemasok mulai terbatas. Pedagang mengaku kenaikan harga turut memengaruhi daya beli masyarakat hingga berdampak pada omzet penjualan.
Inilah aktivitas perdagangan sayur di Pasar Bangkir. Jalan Raya Bangkir, Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.
Sejumlah pedagang mengaku kondisi penjualan saat ini cenderung menurun. Salah satunya dialami Tari, pedagang sayur yang sudah berjualan di Pasar Bangkir.
Baca Juga:Pengunduran Agus Mulyadi On Progress – VideoProf. Rokhmin Dahuri Ajak Kiai Muda Cirebon Raya Jadi “Game Changer”- Video
Menurut Tari, harga sayuran yang meningkat menjadi salah satu faktor yang membuat pembeli mengurangi belanja.
Kenaikan harga terjadi karena pasokan dari pemasok tidak selalu tersedia. Sejumlah jenis sayuran bahkan sulit didapatkan.
Beberapa komoditas yang dirasa mengalami perubahan harga di antaranya mentimun dan jagung.
Pedagang menyebut, saat ini hampir sebagian besar jenis sayuran mengalami kenaikan harga. Sementara tomat masih menjadi salah satu komoditas yang harganya relatif lebih murah.
Kenaikan harga membuat sebagian pembeli mengurangi jumlah belanja. Meski demikian, aktivitas jual beli masih berlangsung. Hanya saja, jumlah belanja masyarakat menyesuaikan dengan kemampuan.
Kondisi pasokan dan daya beli tersebut turut berdampak pada omzet pedagang.
Tari mengaku, pendapatannya turun cukup drastis dibandingkan kondisi normal.
Jika sebelumnya omzet penjualan mencapai dua hingga tiga juta rupiah, kini pendapatannya hanya sekitar setengah dari omzet normal.
Baca Juga:Satpol PP Petakan 12 Titik Rawan Aktivitas PGOT – VideoBupati Indramayu Tekan PDAM, Segera Atasi Krisis Air! – Video
Pedagang berharap pasokan sayuran segera kembali lancar. Dengan ketersediaan barang yang mencukupi, harga diharapkan kembali lebih terjangkau. Sehingga daya beli masyarakat dan omzet pedagang dapat meningkat.