Persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan di Indonesia, termasuk Kabupaten Cirebon, mendorong komunitas Clean Culture Community Indonesia atau C3 untuk mengambil langkah nyata. Komunitas yang berdiri sejak 2019 tersebut menggelar rapat terbatas di LPK, LKP, SMK Yalis Grand Wisata, Kabupaten Cirebon, untuk menyusun langkah dan program penanganan sampah sekaligus membangun budaya bersih di masyarakat.
Kepedulian terhadap persoalan sampah menjadi alasan utama berdirinya Clean Culture Community Indonesia atau C3. Komunitas yang berdiri sejak 2019 ini beranggotakan para pegiat lingkungan, termasuk kalangan senior berusia 60 tahun ke atas.
Dalam rapat terbatas yang digelar di LPK, LKP, SMK Yalis Grand Wisata, C3 menampung berbagai ide dan gagasan mengatasi permasalahan sampah dari para anggota untuk kemudian disusun menjadi program prioritas yang dapat segera dijalankan.
Baca Juga:Pasokan Terbatas, Omzet Pedagang Sayur Di Pasar Bangkir Turun – VideoKab Cirebon Siapkan Tenaga Kerja Lokal Hadapi Investasi – Video
Ketua Umum Clean Culture Community Indonesia, Hendi Kustarno, mengatakan persoalan sampah bukan hanya berkaitan dengan pengelolaan, tetapi juga belum tumbuhnya budaya bersih di tengah masyarakat. Menurutnya, C3 ingin mengambil peran dengan membangun kesadaran terhadap lingkungan sekaligus menyiapkan generasi agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan bersih.
Hendi menyebut, salah satu tujuan utama gerakan tersebut adalah memutus apa yang disebutnya sebagai generasi penyampah, sehingga ke depan budaya membuang dan mengabaikan sampah tidak lagi diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sementara itu, pegiat lingkungan Ali Efendi menyambut baik gagasan C3. Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Ia menilai kolaborasi antara komunitas, dunia pendidikan, dan masyarakat dapat menjadi salah satu solusi untuk membangun budaya bersih secara berkelanjutan.
Hal senada disampaikan Direktur LPK, LKP Grand Wisata dan Yayasan SMK Yalis Grand Wisata, Ali Wardanah. SMK Yalis Grand Wisata yang menjadi tuan rumah kegiatan rapat terbatas berkomitmen menjadikan gerakan peduli lingkungan sebagai proyek percontohan bagi para siswa.
Pemilihan SMK Yalis Grandwisata sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Sekolah dinilai memiliki akses yang mudah, fasilitas yang memadai, serta potensi besar untuk melibatkan generasi muda dalam gerakan peduli lingkungan.