RADARCIREBON.TV- Hubungan antara dua badan pengelola sepak bola terbesar dunia mendadak panas dingin. Union of European Football Associations (UEFA) dilaporkan tengah bersiap melayangkan tuntutan pidana terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, di pengadilan Swiss terkait dugaan salah urus laporan keuangan (criminal mismanagement).
Melansir laporan The Guardian, Jumat (28/8/2026), perselisihan ini berakar dari gagalnya proyek ambisius buatan Infantino yang dinamai FIFA Forward Enterprise.
Tak hanya melapor di Swiss, UEFA juga menggebrak lewat jalur hukum di Amerika Serikat (AS). Mereka mengajukan permohonan resmi untuk membuka dokumen rahasia milik FIFA dan perusahaan investasi papan atas AS, Thrive Capital, yang dipimpin oleh Joshua Kushner.
Baca Juga:Jadwal Lengkap Persib Bandung di BRI Super League 2026/2027, Ada Duel Panas Lawan Persija!3 Pemain Termahal Garudayaksa FC di BRI Super League 2026/2027, Ada yang Rp13,9 Miliar!
Dugaan Obral Murah Hak Siar Turnamen
Dalam berkas pengadilan yang bocor, UEFA menuding Infantino dan sejumlah pejabat tinggi FIFA melakukan pelanggaran Pasal 158 KUHP Swiss terkait dugaan penggelapan atau salah urus wewenang secara pidana.
Biang keroknya adalah rencana skema investasi Infantino yang berniat menjual 20 persen saham bisnis turnamen FIFA senilai US$4,2 miliar (sekitar Rp65 triliun) kepada Thrive Capital.
Masalahnya, angka tersebut menyinarkan bahwa total nilai (*valuasi*) bisnis turnamen FIFA cuma diset senilai US$20 miliar—angka yang dinilai UEFA sangat janggal dan kemurahan.
UEFA mempertanyakan dari mana angka itu muncul. Pasalnya, penentuan harga tersebut diduga tanpa melalui proses lelang terbuka yang kompetitif, serta tak pernah diuji oleh lembaga penilai independen.
UEFA Gunakan ‘Jalur Cepat’ Hukum AS
Guna membongkar kejanggalan tersebut, UEFA memanfaatkan klausul hukum AS bernama “Section 1782”. Aturan ini membolehkan pihak yang sedang berperkara di luar negeri untuk memaksa entitas berbasis di AS menyerahkan dokumen internal mereka.
Awal bulan ini, tim pengacara UEFA bahkan telah melayangkan peringatan keras kepada Infantino dan FIFA agar tidak coba-coba memusnahkan atau menghapus dokumen elektronik, percakapan, maupun arsip digital terkait proyek tersebut. Sebanyak 14 eksekutif teras FIFA juga ikut disemprit agar mengamankan seluruh berkas relevan.
Langkah berani UEFA ini menandai perseteruan paling sengit di level elit sepak bola dunia dalam beberapa tahun terakhir.
