Sleep Tourism Makin Populer! Liburan Kini Justru Berburu Tempat untuk Tidur Nyenyak

foto
Sleep Tourism/ gemini ai
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Bagi sebagian orang, liburan identik dengan jalan-jalan seharian sampai kaki pegal. Namun di Jepang, trennya kini justru berbalik.

Wisatawan kini makin gemar berburu tempat untuk sekadar menumpang tidur lewat tren sleep tourism alias wisata tidur.

Melihat peluang manis ini, sejumlah hotel di Negeri Sakura berlomba-lomba menawarkan paket menginap yang dirancang khusus demi membantu tamu mendapatkan kualitas tidur nyenyak maksimal.

Baca Juga:Prediksi Chelsea vs Brighton di Premier League 2026/2027: The Blues Dihantui 4 Kekalahan BeruntunUEFA Panaskan Perang dengan FIFA, Gianni Infantino Terancam Tuntutan Pidana

Racikan Teh Khusus hingga Cek Gelombang Otak

Melansir Straits Times, salah satu penyedia layanan ini adalah Hotel 1899 Tokyo yang berlokasi di kawasan bisnis Shimbashi, Tokyo. Mereka merilis paket retret tidur bertajuk “Totono-ne” yang memanfaatkan khasiat relaksasi teh.

Sebelum masuk kamar, tamu akan diminta mengisi survei singkat untuk mendiagnosis pola tidur mereka. Berdasarkan hasil tes tersebut, pihak hotel bakal meracik teh khusus—seperti campuran chamomile dan teh bancha Mimasaka—yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh tamu.

Fasilitas kamar pun disulap super nyaman lengkap dengan bantal premium dan garam mandi aroma terapi.

“Kami ingin mengoptimalkan pengalaman tidur, yang merupakan bagian signifikan dari masa menginap para tamu,” kata Yuiko Ogawa dari Hotel 1899 Tokyo.

Tak cuma Hotel 1899, hotel mewah Hotel Chinzanso Tokyo bahkan melangkah lebih jauh. Mereka menggunakan alat canggih yang mampu merekam dan mengukur gelombang otak tamu sepanjang malam untuk memantau kualitas istirahat mereka.

Kasur ‘Custom’ Sesuai Gaya Tidur

Bukan cuma di pusat kota, tren ini juga merambah kawasan pesisir. Malibu Hotel yang berlokasi di Riviera Zushi Marina, Prefektur Kanagawa, merilis paket privat “Sleep Well Stay” yang dibatasi hanya untuk satu rombongan tamu per hari.

Keunggulannya ada pada ranjang yang disiapkan. Pihak hotel akan menyesuaikan jenis dan tingkat keempukan kasur secara personal berdasarkan kebiasaan serta posisi tidur favorit sang tamu.

Baca Juga:5 Teh untuk Menurunkan Berat Badan, Ampuh Bantu Bakar Lemak Perut Secara AlamiPrediksi Liverpool vs Nottingham Forest 29 Agustus: The Reds Wajib Waspada, Rekor Pertemuan Bikin Deg-Degan!

Konsultan senior JTB Tourism Research & Consulting, Kanae Usui, menyebut tren sleep tourism ini meledak karena makin banyaknya masyarakat modern yang merasa kualitas tidurnya buruk akibat stres.

Alhasil, liburan yang fokus pada pemulihan kesehatan dan kualitas istirahat kini jadi incaran baru para pelancong.

0 Komentar