Singapura Diselimuti Kabut Asap, PSI Tembus 105! Titik Panas Sumatra dan Kalimantan Meluas

foto
ilustrasi kabut asap/ (Unsplash/Alex Gindin)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Kualitas udara di wilayah tengah Singapura memburuk hingga masuk kategori tidak sehat pada Jumat (4/9/2026). Indeks Standar Pencemar (Pollutant Standards Index/PSI) 24 jam menembus angka 100 seiring meningkatnya ancaman kabut asap lintas batas di kawasan Asia Tenggara.

Melansir laporan Channel News Asia (CNA), data dari Badan Lingkungan Hidup Singapura (National Environment Agency/NEA) menunjukkan PSI di wilayah tengah menyentuh angka 101 pada pukul 07.00 waktu setempat, lalu merangkak naik ke level 105 pada pukul 10.00.

Sesuai standar NEA, skala PSI 101–200 masuk kategori tidak sehat. Sementara untuk wilayah Singapura lainnya masih berada di level moderat, dengan rincian wilayah barat (90), timur (89), utara (78), dan selatan (75).

Baca Juga:Prediksi Manchester City vs Coventry City Besok: Haaland Jadi Ancaman, The Citizens Diprediksi Menang TelakPrediksi Inter Milan vs Napoli 5 September 2026: Nerazzurri Diunggulkan, Tapi Rekor Partenopei Bikin Waswas!

Titik Panas Meluas di Sumatra dan Kalimantan

Memburuknya kualitas udara ini dipicu oleh maraknya hotspot atau titik panas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pemantauan NEA mencatat lonjakan titik panas yang meluas di wilayah tengah dan selatan Sumatra, Kalimantan, hingga sebagian kawasan Sabah dan Sarawak.

Kepulan asap berintensitas moderat hingga pekat terpantau membubung di wilayah-wilayah tersebut akibat kondisi cuaca kering yang melanda bagian selatan ASEAN.

“Dalam beberapa hari ke depan, kondisi kering diperkirakan terjadi di banyak wilayah ASEAN bagian selatan, kecuali bagian utara Semenanjung Malaysia dan Sumatra, serta bagian tengah Borneo, yang diperkirakan mengalami hujan,” tulis imbauan resmi NEA, Jumat (4/9/2026).

Sebelumnya, Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASEAN Specialised Meteorological Centre) telah menaikkan status peringatan ke Level 2—tingkat kewaspadaan tertinggi kedua—seiring meningkatnya aktivitas titik panas dan munculnya kabut asap pekat selama beberapa hari berturut-turut.

Warga dan Pekerja Luar Ruangan Diminta Waspada

Menanggapi situasi ini, NEA meminta masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, serta penderita gangguan jantung dan paru-paru, untuk membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan.

Kementerian Tenaga Kerja Singapura juga mengimbau setiap perusahaan untuk membekali para pekerja lapangan dengan masker respirator yang memadai jika aktivitas luar ruangan tak bisa ditunda.

0 Komentar