RADARCIREBON.TV- Musim kemarau panjang yang mengepung Kalimantan tak hanya memanggang tanahnya, tetapi juga menyebarkan kabut asap pekat yang melumpuhkan berbagai aktivitas, termasuk transportasi udara.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengakui bahwa penerbangan di sejumlah wilayah Kalimantan kini babak belur. Salah satu titik terparah berada di Bandara Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat.
“Untuk Kalimantan memang tadi seperti di Kalimantan Barat, ada pembatalan penerbangan karena asap di sana sudah cukup mengganggu jarak pandang,” kata Dudy usai menghadiri rapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta Pusat.
Baca Juga:Laba Xiaomi Anjlok 43%! Krisis Chip Memori Hantam Bisnis Smartphone, Mobil Listrik Jadi HarapanKabar Baik Persija! Radovan Pankov Pulih dari Cedera dan Kembali Latihan Jelang Super League
Dudy menginstruksikan seluruh maskapai penerbangan untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG dan tidak memaksakan penerbangan demi keselamatan para penumpang.
Empat Provinsi Jadi Prioritas
Kondisi di lapangan saat ini memang makin mengkhawatirkan. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, membeberkan bahwa ada empat provinsi yang saat ini menjadi prioritas utama penanganan akibat tingginya jumlah titik panas (hotspot).
“Saat ini terkait dengan analisis titik panas untuk update 19 Agustus, ada empat provinsi yang menjadi prioritas,” ungkap Faisal di Senayan. Yakni Kalimantan Barat dengan titik panas terbanyak, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, hingga Papua Selatan.
Sayangnya, hujan diperkirakan masih lama turun. BMKG memprediksi potensi pertumbuhan awan hujan sangat minim dalam sepuluh hari ke depan. Musim hujan baru diperkirakan mulai masuk secara bertahap pada pertengahan Oktober mendatang.
Untuk memitigasi dampak kekeringan dan kebakaran, pemerintah menggeber Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) siang dan malam, baik untuk menyemai hujan buatan di area kebakaran hutan maupun untuk mengisi waduk-waduk yang mulai surut.
Asap Menyeberang ke Malaysia, Tim Lapangan Kepayahan
Parahnya kabut asap dari kebakaran lahan ini bahkan sudah melompati batas negara hingga ke Sarawak, Malaysia. Kualitas udara di enam wilayah Negeri Jiran tersebut dilaporkan memburuk hingga memaksa warganya beraktivitas dari dalam rumah.
Di sisi lain, perjuangan berat harus dihadapi para relawan dan petugas pemadam di pedalaman Kalimantan. Dengan peralatan seadanya, mereka berjibaku menahan gempuran api di tengah cuaca panas dan asap pekat.
