Abu Vulkanik Bisa Ganggu Pernapasan, Inilah 7 Tips Cara Mencegahnya

Kesehatan
ilustrasi memakai masker untuk mencegah paparan abu vulkanik (istockphoto)
0 Komentar

Kemampuan bahan bukan satu-satunya penentu. Dalam simulasi pembersihan abu yang melibatkan 10 peserta, respirator setara N95 menghasilkan rata-rata kebocoran partikel ke dalam masker sekitar 9 persen. Masker bedah standar dan masker lipat sederhana menghasilkan kebocoran sekitar 35 persen karena perlindungannya turut dipengaruhi oleh kerapatan pada wajah.

Kumis atau janggut dapat membentuk celah pada tepi respirator. Jika masker terasa sangat menghambat napas—terutama pada orang dengan penyakit paru atau jantung—hentikan aktivitas dan segera pindah ke tempat yang udaranya lebih bersih.

4. Jangan mengandalkan N95 untuk menghadapi gas vulkanik

N95 menyaring partikel, bukan gas seperti sulfur dioksida. Sebagian gas vulkanik juga tidak berwarna atau tidak berbau sehingga sulit dikenali tanpa alat pemantau.

Baca Juga:Cara Alami Merawat Kulit Bayi agar Sehat, Lembut dan Tidak Kering yang Aman untuk Ibu BaruJadwal Sepak Bola Malam Ini 6-7 September 2026: Ada Piala Asia U20, Super League, dan Arsenal vs Chelsea

Jika mata dan tenggorokan terasa sangat perih, muncul sakit kepala, pusing, mual, atau napas menjadi sulit meskipun sudah memakai N95, segera menjauh dari area tersebut dan ikuti arahan evakuasi.

Gejala yang tidak membaik setelah berpindah ke udara bersih perlu diperiksakan ke tenaga kesehatan.

5. Cegah abu kembali beterbangan

Jangan menyapu abu dalam keadaan kering serta hindari penggunaan kipas, leaf blower, atau udara bertekanan. Cara tersebut dapat mengangkat partikel halus kembali ke udara.

Setelah hujan abu berhenti dan kondisi dinyatakan aman, lembapkan endapan menggunakan sedikit air sebelum memindahkannya dengan sekop.

Gunakan kain atau pel lembap untuk membersihkan permukaan rumah.

Penyedot debu hanya dianjurkan jika memiliki penyaring HEPA yang dapat menahan partikel halus.

Batasi berkendara karena roda kendaraan dapat menerbangkan abu yang telah mengendap.

Abu juga sebaiknya tidak disiram ke selokan karena dapat menyumbat saluran air.

Baca Juga:Klasemen Sementara BRI Super Leagu 2026/2027 dan Jadwal Pertandingan Hari Ini 6 SeptemberJadwal Siaran Langsung Valencia vs Barcelona LaLiga 2026/2027: Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?

6. Siapkan obat sebelum paparan terjadi

Penderita asma perlu tetap menggunakan obat pengontrol dan obat pelega sesuai rencana penanganan dari dokter. Simpan inhaler di tempat yang mudah dijangkau dan bawa obat ketika harus meninggalkan rumah. Jangan menambah dosis atau menggunakan obat milik orang lain tanpa arahan dokter.

Sebuah studi terhadap 236 orang dewasa dengan asma setelah erupsi Gunung Asama di Jepang menemukan bahwa 42,9 persen pasien di daerah dengan endapan abu lebih dari 100 gram per meter persegi mengalami perburukan asma. Mengi, batuk, dan dada sesak lebih sering muncul, sementara kebutuhan pengobatan meningkat.

0 Komentar