- Jangan menyiram abu dengan banyak air
Abu yang terlalu basah dapat berubah menjadi massa padat menyerupai semen sehingga lebih sulit dipindahkan. Pada atap, air menambah berat timbunan dan meningkatkan risiko kerusakan atau keruntuhan.
Penggunaan air secara berlebihan juga dapat mengurangi persediaan air bersih yang dibutuhkan masyarakat.
- Jangan membuang abu ke selokan
Abu dapat mengendap dan menyumbat talang, saluran air, septic tank, atau sistem pengolahan limbah. Jangan pula menumpuknya di jalan dan kebun. Simpan dalam kantong atau tempat penampungan sesuai petunjuk otoritas setempat.
Baca Juga:Abu Vulkanik Bisa Ganggu Pernapasan, Inilah 7 Tips Cara MencegahnyaCara Alami Merawat Kulit Bayi agar Sehat, Lembut dan Tidak Kering yang Aman untuk Ibu Baru
- Jangan memaksakan diri naik ke atap
Abu membuat atap licin. Timbunan tebal juga dapat membuat struktur mendekati batas kekuatannya, lalu bertambah terbebani oleh berat orang yang berdiri di atasnya.
Membersihkan atap membawa risiko jatuh dan runtuhnya bangunan. Jika endapan terlihat tebal, atap sulit dijangkau, atau strukturnya diragukan, serahkan pekerjaan kepada petugas atau tenaga profesional yang memiliki alat keselamatan.
- Jangan mengandalkan kain sebagai perlindungan utama
Kain, bandana, atau kaus yang menutupi wajah tidak memberikan perlindungan setara dengan respirator N95. Membasahi kain juga tidak terbukti meningkatkan kemampuan bahannya dalam menyaring abu.
Jika N95 tidak tersedia, kurangi waktu berada di area berdebu dan tunda pekerjaan yang tidak mendesak.
Rumah tidak harus kembali bersih dalam satu kali pengerjaan. Pembersihan bertahap, penggunaan pelindung yang tepat, dan pencegahan agar abu tidak kembali beterbangan membantu mengurangi paparan bagi seluruh penghuni.
