24 Atlet Tuli Galang Dana untuk Kejuaraan di Malaysia, PATRIN Akhirnya Buka Suara

foto
Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Aksi penggalangan dana yang dilakukan 24 atlet tuli untuk bertanding di ajang internasional Malaysia belakangan ramai jadi perbincangan di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Perkumpulan Atlet Tuna Rungu Indonesia (PATRIN) akhirnya buka suara dan menegaskan bahwa pihak organisasi tidak tahu menahu mengenai aksi tersebut.

Sebelumnya, beredar kabar para atlet membutuhkan bantuan biaya untuk berlaga di Asia Pacific Deaf Multi-Sport Championships 2026. Kejuaraan tersebut dijadwalkan berlangsung di Penang, Malaysia, pada 2–10 Oktober 2026 mendatang.

Baca Juga:Waspada Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau! BMKG Keluarkan Imbauan untuk WargaJangan Sepelekan! 10 Perangkat Elektronik Ini Diam-diam Bikin Tagihan Listrik Membengkak

“Berkaitan dengan isu penggalangan dana untuk pengiriman atlet ke luar negeri, kami sebagai organisasi dan satu-satunya, tidak mengetahui,” tegas Ketua Umum PATRIN, Dimyati Hakim, dalam keterangan resminya.

Dimyati menjelaskan bahwa PATRIN punya aturan dan sikap yang jelas soal pengiriman atlet ke ajang internasional. Pihaknya hanya bakal mendukung atlet yang bernaung di bawah federasi resmi yang terintegrasi secara internasional.

“Sikap kami jelas bahwa kami akan mendukung yang memang punya afiliasi dengan internasional di organisasinya,” tambah Dimyati.

Pemerintah Sebut Kejuaraan Tak Resmi

Status kejuaraan di Malaysia itu sendiri sebelumnya sempat disorot pemerintah. Plt. Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Budi Ariyanto Muslim, menyebut ajang tersebut pada dasarnya tidak diakui oleh federasi internasional.

“Yang di Malaysia itu, setelah kami lihat tidak ada sanksi kalau tidak ikut. Jadi, bisa dikatakan festival. Jadi, tidak resmi dan tidak diakui oleh federasi internasionalnya,” ungkap Budi pekan lalu.

Aksi galang dana para atlet di media sosial ini telanjur menyita perhatian publik. Di satu sisi, masyarakat tergerak untuk mengulur bantuan, namun di sisi lain muncul tanda tanya besar terkait legalitas ajang serta siapa pihak yang seharusnya bertanggung jawab memboyong para atlet ke sana.

0 Komentar