Kondisi Lapangan GBLA Jadi Sorotan, Rumput Bergelombang dan Mengelupas Hiasi Laga Super League

kondisi lapangan Stadion GBLA
Kondisi lapangan Stadion GBLA menjadi sorotan setelah digunakan di pekan pertama Super League 2026/2027. | Foto: Dok. pengamatsepakbola
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola. Kondisi lapangan yang tidak rata dan rumput yang mulai mengelupas menjadi sorotan tajam setelah digunakan untuk beberapa pertandingan pekan pertama Super League 2026/2027.

Akun Instagram @pengamatsepakbola mengunggah potret kondisi terkini lapangan GBLA yang memperlihatkan permukaan rumput yang bergelombang dan terlihat tidak rata. Unggahan tersebut langsung viral dan mendapat beragam respons dari warganet, termasuk para suporter yang kecewa dengan kualitas lapangan.

Dinilai Tak Layak untuk Kompetisi Bergengsi

Beberapa pihak menilai kondisi GBLA saat ini tidak layak digunakan untuk kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Lapangan yang bergelombang dinilai berbahaya bagi pemain karena dapat meningkatkan risiko cedera, terutama pada pergelangan kaki dan lutut.

Baca Juga:Nobar Biru di Stadion GBLA Tidak Jadi Digelar, Ini Penjelasan Resmi dari PersibSiap Tempur di ACL Two! Persib Bandung Tantang Manila Digger 12 Agustus di GBLA Tanpa Bobotoh

Selain itu, rumput yang mengelupas di beberapa titik juga mengganggu kualitas permainan. Bola sulit mengalir dengan mulus, dan pemain kesulitan melakukan kontrol serta passing akurat. Hal ini tentu memengaruhi kualitas tontonan yang disajikan.

Pengelola dan Pemkot Bandung Disorot

Sorotan juga mengarah pada pengelola stadion dan Pemerintah Kota Bandung selaku pemilik venue. Banyak pihak mendesak adanya perbaikan segera agar GBLA kembali layak digunakan. Sebagai salah satu stadion kebanggaan Jawa Barat, kualitas lapangan seharusnya dijaga dengan baik, mengingat intensitas penggunaan yang cukup tinggi.

Beberapa suporter bahkan membandingkan kondisi GBLA dengan stadion-stadion lain yang justru memiliki kualitas rumput lebih baik. Mereka berharap evaluasi serius dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di pekan-pekan berikutnya.

0 Komentar