Penyebab Hilang Ingatan 70 Persen
Febiola dilaporkan mengalami kejang dan kehilangan ingatan hingga sekitar 70 persen setelah mengalami dugaan keracunan MBG. Dokter Ferry menilai gangguan hingga ke saraf otak tidak bisa langsung disimpulkan hanya berdasarkan hasil laboratorium makanan tersebut. Menurutnya, panel pemeriksaan laboratorium yang tersedia hanya mendeteksi beberapa bakteri, sementara keracunan massal dapat disebabkan oleh banyak faktor lain, mulai dari virus, bakteri lain, parasit, toksin, hingga kontaminasi bahan kimia atau pestisida.
Dr. Ferry juga menyoroti kemungkinan lain yang dapat menyebabkan gangguan organ pada korban keracunan. Muntah dan diare yang berat dapat menyebabkan dehidrasi, sementara tekanan darah yang turun dapat mengurangi aliran darah ke organ, termasuk ginjal. Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap terjadinya cedera ginjal akut. Sementara untuk gangguan pada saraf atau otak, perlu diperiksa kembali kemungkinan terjadinya syok atau sepsis, terutama jika korban mengalami infeksi berat.
Latar Belakang Korban
Sebelum jatuh sakit, Febiola dikenal sebagai siswi yang rajin, kerap meraih peringkat pertama di kelas, serta dipercaya menjadi Wakil Ketua OSIS. Kini, keluarganya harus mendampingi Febiola menjalani proses pemulihan yang panjang. Dr. Ferry pun meminta agar kasus tersebut menjadi perhatian serius pemerintah dan pihak penyelenggara program MBG. “Satu kasus keracunan sudah terlalu banyak. Saya berharap tidak ada lagi kasus seperti ini. Anak-anak adalah mutiara hati setiap orang tuanya,” tulisnya.
Baca Juga:Profil Febiola Siswi SMK Korban MBG, Juara Kelas dan Wakil OSIS Kini Kehilangan Ingatan 70%Dampak MBG, Harga Daging Ayam Naik – Video
Temuan tiga bakteri dalam sejumlah sampel makanan tersebut kini menjadi bagian penting untuk mengurai apa yang sebenarnya terjadi dalam kasus keracunan MBG di Berastagi.
