RADARCIREBON.TV – Kabar terbaru bagi para investor dan pencinta logam mulia. Setelah melemah dalam dua hari berturut-turut, harga emas hasil produksi PT Aneka Tambang Tbk (emas Antam) kembali merangkak naik pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Berdasarkan data situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam 24 karat menguat sebanyak Rp15.000, dari Rp2.610.000 per gram menjadi Rp2.625.000 per gram.
Kenaikan ini menjadi angin segar bagi para pemilik emas setelah sebelumnya harga sempat tertekan. Pada Selasa (8/9), harga emas Antam turun Rp10.000 ke level Rp2.627.000 per gram, kemudian berlanjut turun Rp17.000 ke Rp2.610.000 per gram pada Rabu (9/9). Kini, harga kembali menguat dan berada di posisi Rp2.625.000 per gram.
Harga Buyback Ikut Menguat
Selain harga jual, harga buyback atau harga pembelian kembali emas Antam juga ikut menguat. Harga buyback hari ini naik Rp15.000 menjadi Rp2.475.000 per gram. Sebelumnya, pada Rabu (9/9), harga buyback berada di level Rp2.460.000 per gram.
Baca Juga:Harga Emas Antam Kembali Turun Rp17.000 Jadi Rp2.610.000 per Gram Hari Ini, Cek Daftar LengkapnyaHarga Emas Antam Hari Ini Turun Rp00 per Gram, Cek Rincian Lengkapnya
Dengan demikian, selisih antara harga jual dan harga buyback emas Antam saat ini mencapai Rp150.000 per gram. Selisih ini perlu menjadi pertimbangan bagi investor, karena emas lebih cocok sebagai investasi jangka panjang.
Rincian Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut daftar lengkap harga emas Antam berbagai ukuran pada Kamis, 10 September 2026, berdasarkan data Logam Mulia:
0,5 gram: Rp1.362.500- 1 gram: Rp2.625.000- 2 gram: Rp5.190.000- 3 gram: Rp7.760.000- 5 gram: Rp12.900.000- 10 gram: Rp25.745.000- 25 gram: Rp64.237.000- 50 gram: Rp128.395.000- 100 gram: Rp256.712.000- 250 gram: Rp641.515.000- 500 gram: Rp1.282.820.000- 1.000 gram: Rp2.565.600.000
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas
Kenaikan harga emas Antam hari ini sejalan dengan pergerakan harga emas dunia yang kembali menguat. Ketidakpastian kondisi ekonomi global serta ekspektasi pemotongan suku bunga The Federal Reserve menjadi faktor utama yang mendorong permintaan emas sebagai aset safe haven. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga turut berdampak pada kenaikan harga emas di dalam negeri.
Tips Membeli Emas Saat Harga Naik
Meski harga emas sedang naik, bukan berarti Anda tidak boleh membeli. Jika tujuan Anda adalah investasi jangka panjang, kenaikan harga dalam jumlah kecil tidak akan terlalu berdampak. Yang lebih penting adalah konsistensi dalam berinvestasi.
