Begini Cara Aman Melindungi Keluarga saat Udara Terpapar Partikel Berbahaya Abu Vulkanik

Keluarga mengenakan masker saat berada di dalam rumah untuk melindungi diri dari paparan abu vulkanik.
Cara aman melindungi keluarga saat udara terpapar partikel berbahaya abu vulkanik. (Foto: Gergely Meszárcsek/Pexels)
0 Komentar

Keempat, gunakan masker saat beraktivitas di luar. Saat harus keluar rumah, gunakan masker yang mampu menyaring partikel halus, seperti masker N95. Masker kain biasa atau masker bedah tipis kurang efektif menyaring abu karena longgar di wajah dan pori-porinya lebih besar. Kelima, bersihkan abu dengan kain lembap. Jika abu sudah telanjur masuk ke dalam rumah, bersihkan permukaan menggunakan kain lembap, bukan disapu kering. Cara ini mencegah partikel abu kembali beterbangan dan terhirup saat proses pembersihan berlangsung. Keenam, ganti atau bersihkan filter udara secara berkala. Filter udara pada AC maupun alat penyaring udara di rumah sebaiknya diperiksa dan diganti lebih sering selama musim abu vulkanik.

Yang Perlu Diperhatikan untuk Kelompok Rentan

Anak-anak sebaiknya tidak diajak bermain di luar ruangan atau melakukan aktivitas yang membuat napas menjadi lebih cepat selama abu masih beterbangan di udara. Sebab, embusan napas yang lebih dalam berisiko menarik partikel halus lebih jauh ke paru-paru. Sebisa mungkin, ajak anak-anak beraktivitas di dalam rumah sampai kondisi udara membaik. Bagi penderita asma atau gangguan pernapasan lain, siapkan obat-obatan yang biasa digunakan dan ikuti rencana pengendalian asma yang sudah dianjurkan dokter. Segera menjauh dari area terdampak apabila gejala sesak napas muncul, dan periksakan diri ke fasilitas kesehatan bila keluhan tidak kunjung membaik.

Siapkan Kebutuhan Darurat di Rumah

Selain menutup akses masuk abu, ada baiknya keluarga menyiapkan kebutuhan dasar untuk berjaga-jaga apabila hujan abu berlangsung lama. Sejumlah barang yang perlu disiapkan meliputi masker cadangan dan kacamata pelindung untuk seluruh anggota keluarga, persediaan air minum dan makanan tahan lama untuk beberapa hari, plastik pembungkus untuk melindungi barang elektronik dari debu, senter atau lampu darurat beserta baterai cadangan, serta radio bertenaga baterai untuk memantau informasi terkini dari pihak berwenang.

Baca Juga:Aktivitas Gunung Anak Krakatau Menurun, Andra Soni Ingatkan Potensi Erupsi Masih AdaRiset Gizi Anak Sekolah Jadi Masukan untuk Pengembangan Program MBG

Kesiapan sejak awal akan sangat membantu keluarga tetap aman dan nyaman meski harus berdiam diri di rumah dalam waktu cukup lama. Abu vulkanik memang tidak bisa dihindari saat gunung berapi meletus, tetapi dampaknya terhadap kesehatan keluarga bisa ditekan dengan langkah-langkah sederhana di atas. Tetap pantau informasi resmi dari BMKG dan PVMBG, dan jangan mudah percaya pada berita hoaks yang beredar.

0 Komentar