Begini Cara Aman Melindungi Keluarga saat Udara Terpapar Partikel Berbahaya Abu Vulkanik

Keluarga mengenakan masker saat berada di dalam rumah untuk melindungi diri dari paparan abu vulkanik.
Cara aman melindungi keluarga saat udara terpapar partikel berbahaya abu vulkanik. (Foto: Gergely Meszárcsek/Pexels)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung membuat sebaran abu vulkanik kian meluas ke berbagai wilayah. Jika terhirup, abu vulkanik bisa membahayakan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit paru kronis. Karena itu, imbauan untuk selalu waspada dan menghindari aktivitas di luar ruangan pasca erupsi gunung berapi tak bisa dianggap angin lalu. Sejumlah lembaga kesehatan dan geologi internasional seperti CDC dan International Volcanic Health Hazards Network (IVHHN) menegaskan bahwa risiko abu vulkanik bagi kesehatan sangat nyata.

Mengapa Abu Vulkanik Berbahaya bagi Pernapasan

Abu vulkanik bukan debu biasa. Partikelnya berukuran sangat halus, kasar, dan bertekstur tajam sehingga mudah mengiritasi saluran napas begitu terhirup. Partikel abu dapat membuat saluran napas mengerut lebih sering, sehingga bernapas terasa lebih berat, terutama bagi orang dengan gangguan paru kronis. Paparan abu halus juga memicu produksi lendir berlebih pada saluran napas, yang membuat orang jadi lebih sering batuk.

Kelompok yang paling berisiko mengalami gangguan akibat abu vulkanik meliputi anak-anak, bayi, lansia, serta penderita asma, emfisema, atau penyakit paru kronis lain. Pada penderita asma, paparan abu dan gas vulkanik dapat memicu gejala sesak napas, mengi, dan batuk yang lebih parah dari biasanya. Selain saluran napas, abu vulkanik juga berpotensi mengiritasi mata karena teksturnya yang kasar dan bisa menggores kornea. Kondisi ini dapat memicu mata merah, perih, berair, hingga terasa seperti ada benda asing yang mengganjal.

Baca Juga:Aktivitas Gunung Anak Krakatau Menurun, Andra Soni Ingatkan Potensi Erupsi Masih AdaRiset Gizi Anak Sekolah Jadi Masukan untuk Pengembangan Program MBG

Cara Melindungi Keluarga di Dalam Rumah

Berikut sejumlah langkah yang bisa dilakukan agar abu vulkanik tidak masuk ke dalam rumah dan membahayakan anggota keluarga. Pertama, tutup rapat pintu dan jendela. Menutup seluruh pintu, jendela, serta ventilasi menjadi langkah pertama yang paling penting. Jika ada celah di sekitar bingkai pintu atau jendela, celah tersebut sebaiknya ditutup dengan lakban, plastik, atau handuk basah agar partikel halus yang berbahaya tidak masuk.

Kedua, matikan alat yang menyedot udara dari luar. Kipas angin, AC, dan alat penghangat ruangan sebaiknya dimatikan selama hujan abu berlangsung. Alat-alat ini biasanya menarik udara dari luar rumah, sehingga justru bisa menjadi jalan masuk abu vulkanik ke dalam ruangan. Ketiga, siapkan satu pintu keluar masuk. Menetapkan satu pintu sebagai akses keluar-masuk membantu membatasi jumlah abu yang terbawa ke dalam rumah. Area ini bisa digunakan untuk melepas alas kaki dan pakaian yang terkena abu sebelum masuk ke ruangan utama.

0 Komentar