RADARCIREBON.TV- Lontaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau membuat warga di wilayah Jabodetabek harus kembali meningkatkan kewaspadaan. Imbauan untuk memakai masker saat beraktivitas di luar rumah pun mulai disuarakan.
Namun, tingginya permintaan justru membuat pasokan masker di pasaran mulai sulit ditemukan. Di beberapa tempat yang masih menyediakannya, harga masker bahkan melonjak drastis dari harga normal.
Abu vulkanik sendiri bukan sekadar debu biasa. Merujuk data International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN), material ini merupakan pecahan batuan gunung api berukuran sangat kecil—kurang dari 2 milimeter—dengan tekstur mulai dari butiran pasir hingga sekilas mirip bedak halus.
Baca Juga:Awas Abu Vulkanik Bikin Kulit Irirasi! Ini 5 Cara Aman MembersihkannyaHaaland Cuma Butuh 3 Gol untuk Hancurkan Rekor Messi di Liga Champions, Duel Porto Jadi Penentunya!
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan ada tiga gangguan kesehatan utama yang mengintai akibat paparan abu ini, yaitu masalah pernapasan, iritasi mata, dan masalah kulit.
Warga yang memiliki riwayat penyakit asma, bronkitis, emfisema, gangguan paru-paru, hingga penyakit jantung berat menjadi kelompok yang paling rawan terdampak. Anak-anak penderita asma juga rentan mengalami batuk, dada sesak, hingga mengi jika berada di luar rumah saat abu beterbangan.
Langkah Perlindungan Diri Saat Masker Sulit Didapat
Jika Anda kesulitan mendapatkan masker medis di pasaran, ada beberapa langkah antisipasi yang bisa dilakukan sesuai arahan IVHHN:
– Tetap di dalam rumah: Tutup rapat pintu dan jendela agar partikel halus tidak masuk ke dalam ruangan.
– Kurangi penggunaan kendaraan: Laju kendaraan bisa membuat abu yang sudah mengendap kembali berhamburan ke udara.
– Atur cara berkendara: Jika terpaksa harus menyetir, kurangi kecepatan dan jaga jarak aman yang lebih jauh dengan kendaraan di depan.
– Manfaatkan kain basah: Sebagai alternatif darurat saat masker habis, gunakan kain lapis yang dibasahi sedikit air. Kain basah membantu menyaring partikel debu berukuran lebih besar agar tidak terhirup.
Baca Juga:Tembus Piala Asia U-20 2027, Timnas Indonesia Berpotensi Masuk Pot 3 dan Masuk Grup NerakaAwas Celah Keamanan di WhatsApp Android! Galeri Foto Bisa Diintip Lewat Video Call Saat HP Terkunci
Ingat juga bahwa guyuran hujan hanya membersihkan udara untuk sementara. Begitu sisa abu mengering, material tersebut tetap bisa beterbangan kembali terbawa angin.
Perhatian Ekstra untuk Anak-Anak
Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang membutuhkan pengawasan lebih. Ukuran tubuh yang lebih kecil serta pemahaman pencegahan yang masih terbatas membuat mereka lebih rentan terpapar abu.
