RADARCIREBON.TV- Tampil memukau di panggung sekelas Piala Dunia ternyata tak selalu membawa kebahagiaan bagi semua orang. Hal itulah yang dirasakan oleh Josimar Dias, atau yang lebih akrab disapa Vozinha.
Kiper veteran Timnas Tanjung Verde ini mengaku ketenaran mendadak yang didapatnya usai Piala Dunia 2026 justru merenggut kedamaian hidupnya. Ia bahkan terang-terangan menyebut lebih merindukan kehidupannya yang dulu saat belum dikenal banyak orang.
Nama Vozinha mendadak jadi perbincangan dunia usai tampil heroik di laga pembuka Piala Dunia 2026. Kiper berusia 40 tahun itu mencatatkan tujuh penyelamatan krusial dan menahan imbang raksasa Spanyol 0-0, yang berujung pada kelolosan bersejarah Tanjung Verde ke fase gugur.
Baca Juga:Erling Haaland Diburu Arsenal dan Real Madrid, Manchester City Terancam Kehilangan Bomber Andalan pada 2027!10 Makanan dan Minuman Pantangan Asam Urat, Nomor 3 Sering Dikonsumsi Tanpa Sadar!
Kehebohan di lapangan hijau langsung merembet ke media sosial. Dipicu ajakan penyiar populer asal Brasil, CazeTV, pengikut Instagram Vozinha meledak drastis—dari yang tadinya cuma 56 ribu followers, melejit hingga menembus angka lebih dari satu juta pengikut.
Rindu Kedamaian, Risih Selalu Direkam Kamera
Namun, popularitas kilat itu justru bikin Vozinha tak nyaman. Kepada The Observer, ia mencurahkan isi hatinya terkait perubahan drastis dalam hidupnya sehari-hari.
“Saya kehilangan kedamaian dan ketenangan. Saya tidak lagi memiliki privasi, atau setidaknya jauh lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. Sekarang ketika saya keluar, pergi ke restoran, selalu ada seseorang yang ingin berfoto bersama saya atau meminta tanda tangan. Atau, yang lebih buruk, ada orang yang merekam saya,” curhat Vozinha.
Tanpa ragu, kiper berpostur jangkung ini mengaku ingin memutar waktu ke masa lalu. “Sejujurnya, jika saya ditawari kehidupan yang saya jalani sekarang atau kehidupan saya sebelumnya, saya akan memilih kehidupan yang dulu,” tegasnya.
Dampak ketenaran itu rupanya juga berimbas ke keluarganya di Tanjung Verde. Rumah sang ibu kerap didatangi fans yang ingin berfoto atau sekadar mengobrol.
“Saya tidak berada di sana, jadi saya tidak bisa membantu mereka. Mereka harus belajar menjalani situasi ini dan menetapkan batasan,” tambahnya.
Nasib Kontrak di Chile dan ‘Pukulan Realita’
Di luar urusan popularitas, nasib karier Vozinha di tingkat klub juga dipenuhi teka-teki. Saat mencuri perhatian di Piala Dunia 2026 lalu, ia sebenarnya berstatus tanpa klub usai berpisah dengan klub kasta kedua Portugal, Chaves.
