RADARCIREBON.TV – Belakangan ini, kawasan perairan di dekat Pulau Masalembo, Laut Jawa, sedang ramai menjadi pembahasan. Kawasan tersebut disebut-sebut sebagai “Segitiga Bermuda” Indonesia. Sorotan ini muncul setelah tenggelamnya kapal feri KM Virgo Transport 8 beberapa waktu lalu.
Sebagian orang menyebut kawasan tersebut sebagai Segitiga Masalembo. Konon, kawasan perairan itu memiliki kekuatan mistis. Bahkan, fenomena supranaturalnya disebut mirip dengan Segitiga Bermuda yang terletak di wilayah barat Samudra Atlantik Utara. Segitiga Bermuda dikenal karena area ini menyerupai tiga titik ujung: di utara ada Kepulauan Bermuda, di selatan Puerto Riko, dan di bagian barat ada Miami, Florida, Amerika Serikat.
Lalu, mengapa kawasan perairan sekitar Pulau Masalembo disebut sebagai “Segitiga Bermuda” Indonesia?
Baca Juga:Update KMP Virgo Transport 8 Tenggelam: 114 Penumpang Ditemukan, 108 Selamat dan 6 MeninggalUpdate Daftar 86 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Kronologi Tenggelamnya KM Virgo Transport 8
KM Virgo Transport 8 terbalik dan tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu dini hari, 13 September 2026. Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, pada 12 September 2026 pukul 10.13 WIB.
Pada 13 September 2026 dini hari, kapal itu mengalami kemiringan parah di tengah cuaca buruk dan gelombang tinggi di Laut Jawa. Pada pukul 02.00 WITA, kontak komunikasi terputus total pada jarak sekitar 80 mil laut dari muara Banjarmasin.
Berdasarkan pembaruan data hingga 28 September 2026, total manifes ada 243 orang dan membawa 89 kendaraan. Yang berhasil dievakuasi sebanyak 179 orang, dengan rincian 108 orang selamat dan 71 orang meninggal. Sisanya, penumpang masih dalam pencarian dan penyisiran oleh tim SAR di sekitar badan kapal.
Penjelasan Ilmiah dari Pakar BMKG
Menurut mantan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dr Daryono SSi MSi, Segitiga Masalembo hanyalah istilah populer. Kawasan tersebut bukan nama zona geografis atau oseanografis yang secara resmi berbentuk segitiga di laut. Secara ilmiah, tidak ada bukti bahwa kawasan tersebut memiliki kekuatan mistis atau fenomena supranatural.
Yang nyata, jelasnya, kawasan perairan Masalembo berada pada zona interaksi massa air dan arus laut dari sistem yang berbeda. “Terutama antara perairan Laut Jawa dan Laut Flores–Selat Makassar yang karakter suhu, salinitas, kedalaman, serta pola arusnya berbeda,” ujar pria kelahiran Semarang ini.
