Suyudi: Jabatan Kapolri Bukan Puncak Karier, tapi Puncak Tanggung Jawab

Komjen Pol Suyudi Ario Seto saat menjalani fit and proper test di Komisi III DPR RI.
Suyudi: Jabatan Kapolri bukan puncak karier, tapi puncak tanggung jawab. (Foto: Anisha Aprilia/Disway)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Komjen Pol Suyudi Ario Seto menegaskan kesiapannya mempertanggungjawabkan kepemimpinan apabila mendapat amanah menjadi Kapolri. Dia menyatakan siap dinilai berdasarkan hasil kerja, bukan sekadar janji. Pernyataan tersebut disampaikan Suyudi saat menjalani fit and proper test di Komisi III DPR RI, Kamis, 1 Oktober 2026.

Siap Dinilai dari Hasil, Bukan Janji

“Apabila memperoleh amanah, saya siap dinilai dari hasil, bukan dari janji,” kata Suyudi. Suyudi mengatakan dirinya juga siap mempertanggungjawabkan kepemimpinan sesuai dengan konstitusi. Dia menyatakan akan menjalani mekanisme pengawasan DPR, menghormati proses hukum, serta bekerja bersama lembaga pengawas. Selain itu, Suyudi menyatakan akan membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan koreksi terhadap kinerja Polri.

“Mempertanggungjawabkan kepemimpinan sesuai konstitusi, menjalani pola pengawasan DPR, menghormati proses hukum, bekerja bersama lembaga pengawas, dan membuka ruang koreksi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:Jalan Poros Rengasbandung-Tembelang Diperbaiki, Pamor: 26 Tahun Kami MenungguPemkab Majalengka Dampingi PMI Asal Ligung Pulang dari Yordania Bersama Lima Anak

Kapolri adalah Puncak Tanggung Jawab

Menurut Suyudi, jabatan Kapolri bukan merupakan puncak karier seorang anggota kepolisian, melainkan puncak tanggung jawab. “Bagi saya, jabatan Kapolri bukanlah puncak karier. Jabatan Kapolri adalah puncak tanggung jawab,” tegasnya. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Suyudi untuk menjalankan amanah dengan penuh kesadaran akan besarnya tanggung jawab yang diemban.

Polri Kuat karena Dipercaya, Bukan Ditakuti

Suyudi juga menyampaikan pandangannya mengenai kekuatan dan kewibawaan Polri. Menurut dia, kekuatan kepolisian tidak seharusnya dibangun melalui rasa takut, melainkan melalui kepercayaan masyarakat. “Polri yang kuat bukan karena ditakuti, melainkan karena dipercaya,” katanya.

Dia juga menilai kewibawaan Polri tidak harus dibangun dengan menjaga jarak dari masyarakat. Sebaliknya, polisi harus hadir bersama masyarakat ketika negara dibutuhkan. Dengan pendekatan ini, diharapkan hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat dan sinergis.

Suyudi berkomitmen untuk membawa Polri menjadi institusi yang lebih profesional, transparan, dan dekat dengan masyarakat. Jika diberikan amanah, ia berjanji akan bekerja keras untuk mewujudkan Polri yang Presisi dan dipercaya publik. RADARCIREBON.TV akan terus memantau perkembangan fit and proper test Kapolri dan menyajikan informasi terbaru untuk Anda.

0 Komentar