“Saya berharap ke masyarakat Kota Cirebon yang khususnya di Kesunean Selatan dan Cangkol ya harus tertib membuang sampahnya, jangan ke kali. Nanti kalau mau buang sampahnya terus ke kali, akibatnya seperti ini,” tegasnya.
Edo menjelaskan, material yang mengendap di Kali Cipadu tidak hanya berasal dari aktivitas di daratan. Saat terjadi rob, lumpur dari laut dapat masuk ke kawasan muara. Sementara sampah terbawa melalui aliran air dari wilayah dalam Kota Cirebon. Dari sekitar enam muara yang terdapat di Kota Cirebon, Kali Cipadu disebut menjadi salah satu lokasi dengan kondisi pendangkalan yang cukup berat.
Karena itu, pengerukan dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kelancaran aliran air sekaligus mengurangi potensi banjir. Di sisi lain, Edo menekankan bahwa pemeliharaan sungai membutuhkan keterlibatan masyarakat. Pemerintah tidak akan mampu menjaga kondisi sungai apabila perilaku membuang sampah sembarangan masih terjadi. Ia berharap setelah pengerukan dilakukan, masyarakat turut menjaga hasil penanganan tersebut agar kapasitas sungai tetap terjaga, terutama ketika hujan mulai turun dengan intensitas tinggi.
Baca Juga:Pemkot Cirebon Fasilitasi Vaksinasi Rabies Gratis – VideoPemkot Agresif Kejar Perusahaan Besar Penunggak Pajak – Video
“Serentak lagi saya mohon kesadarannya supaya warga di sini juga nyaman pada saat musim hujan, nggak banjir, nggak bau. Kalau maunya seperti ini terus-menerus, ya pemerintah juga bingung untuk melakukan dalam proses pemeliharaannya,” pungkasnya.
