Ancaman serangan siber terhadap sistem pemerintahan semakin berkembang, seiring meningkatnya aktivitas digital yang juga membuka celah bagi para peretas. Kondisi ini turut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Cirebon, yang mulai memperkuat perlindungan pada sejumlah sistem digital milik pemerintah.
Ancaman serangan siber terhadap sistem pemerintahan semakin berkembang, seiring meningkatnya aktivitas digital yang juga membuka celah bagi para peretas. Kepala Bidang Statistik, Persandian, dan E-Government Diskominfo Kabupaten Cirebon, Raditya Prayogo mengatakan, serangan siber terhadap sistem pemerintahan saat ini semakin intens, dengan pelaku yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.
Menurutnya, salah satu faktor yang membuat sistem pemerintahan rentan menjadi sasaran serangan, yakni masih adanya celah keamanan pada sistem yang belum diperbarui secara berkala oleh pengembang. Celah tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengganggu maupun menembus sistem digital pemerintahan.
Baca Juga:Sultan Kacirebonan IX Terima Penghargaan Global – VideoMasyarakat Peringatkan Imbas Fiskal Akibat Skema KPBU APJ – Video
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Cirebon belum melakukan perubahan besar terhadap keseluruhan sistem keamanan digital. Namun, penguatan dilakukan secara bertahap melalui pengembangan pada sistem yang telah berjalan.
Salah satu langkah yang diterapkan yakni penggunaan Safeline WAF atau Web Application Firewall, serta Cloudflare sebagai lapisan perlindungan jaringan. Teknologi ini membantu mengalihkan lalu lintas yang masuk, sehingga alamat IP asli server tidak langsung terekspos kepada pihak yang melakukan serangan.
Penguatan keamanan siber tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Cirebon menjaga sistem pemerintahan tetap terlindungi, terutama di tengah meningkatnya ketergantungan terhadap layanan digital. Dengan perlindungan berlapis, risiko gangguan terhadap sistem dan layanan pemerintahan dapat ditekan.