RADARCIREBON.TV- Pernah merasa risih karena HP sering berdering dari nomor tak dikenal yang ternyata menawarkan pinjol atau modus penipuan? Kamu tidak sendirian. Indonesia ternyata menempati urutan pertama sebagai negara dengan persentase panggilan spam call tertinggi di kawasan Asia Pasifik.
Berdasarkan laporan Global Call Threat Report dari perusahaan keamanan komunikasi Hiya, sebanyak 89% panggilan dari nomor asing di Indonesia teridentifikasi sebagai spam. Angka ini mencakup panggilan yang sekadar mengganggu seperti telemarketing, hingga modus penipuan (fraud).
Mengalahkan Hong Kong hingga Singapura
Tingkat panggilan spam di Indonesia jauh melampaui negara-negara tetangga. Hong Kong mengekor di posisi kedua dengan persentase 70%, disusul Filipina di angka 55%.
Baca Juga:Pertajam Lini Depan, PSIS Semarang Resmi Gaet Ex-Striker Borneo FC Felipe CadenazziTimnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Yordania di FIFA Matchday November 2026, Jadi Ujian John Herdman
Sementara itu, Singapura berada di urutan keempat dengan 34%, diikuti Malaysia (31%), dan Australia (30%).
Sebagai catatan, angka 89% ini dihitung khusus dari panggilan masuk di luar daftar kontak HP pengguna, bukan total seluruh panggilan telepon secara keseluruhan.
Berikut daftar lengkap persentase spam call dari nomor tak dikenal di Asia Pasifik:
- Indonesia: 89%
- Hong Kong: 70%
- Filipina: 55%
- Singapura: 34%
- Malaysia: 31%
- Australia: 30%
- Turki: 19%
- Thailand: 19%
- India: 16%
- Selandia Baru: 7%
Rata-rata Dapat 16 Panggilan Spam Tiap Bulan
Tak cuma unggul dari segi persentase, intensitas panggilan spam yang diterima masyarakat Indonesia juga terbilang tinggi. Rata-rata satu orang di Indonesia menerima sekitar 16 kali panggilan spam setiap bulannya.
Angka ini menempatkan Indonesia di posisi kedua di Asia Pasifik, persis di bawah Hong Kong yang mencatat rata-rata 21 panggilan per orang tiap bulan. Sebagai perbandingan, warga Singapura rata-rata hanya menerima 3 panggilan spam per bulan.
Modus Kloning Suara AI Makin Marak
Hal lain yang perlu diwaspadai adalah makin canggihnya modus penipuan yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Dari hasil analisis sampel riset Hiya, sekitar 25% panggilan spam terdeteksi menggunakan rekaman audio berbasis AI. Lebih dari separuh panggilan berbasis AI tersebut (55%) terbukti merupakan modus penipuan.
Penipu kini memanfaatkan AI untuk meniru suara orang dekat atau membuat percakapan terdengar sangat meyakinkan demi mengelabui korban.
Baca Juga:Mees Hilgers Siap Comeback ke Timnas Indonesia November 2026? Sinyal Positif Usai Absen Hampir 500 HariSiap Manggung di Brasil! Ini Jadwal Lengkap Timnas Futsal Indonesia di Futsal Nation Cup 2026
Melihat data ini, ada baiknya kamu makin waspada dan tidak sembarangan mengangkat atau mempercayai panggilan dari nomor yang tidak dikenal!
