Mahasiswa, dan kalangan anak muda, cukup rawan, tergiur dengan masalah penawaran pinjaman online dan judi online. Bahkan sesuai data juga ada ketimpangan antara inklusi yang lebih tinggi dibandingkan literasinya, sehingga menjadi salah satu fokus prioritas OJK Cirebon untuk melakukan upaya pencegahan dan edukasi agar anak-anak muda tidak mudah terjerat masalah keuangan dan bahaya keuangan digital.
Kalangan mahasiswa, dan anak muda, kerap menjadi sasaran empuk, pinjaman online, maupun judi online yang dikemas dalam game digital dan lainnya. Bahkan di era digital, cukup banyak produk keuangan digital yang mudah diakses, tanpa memperhatikan legalitas, yang penting bisa mendapatkan uang dengan instan.
Sehingga, mereka sangat penting diberi bekal literasi, agar tidak mudah terjerumus dalam masalah keuangan. Untuk melakukan pencegahan, peran Otoritas Jasa Keuangan, OJK cukup penting untuk hadir memberi edukasi dan literasi, dengan berkolaborasi bersama unsur akademisi, pemerintah daerah, perbankan, maupun legislatif.
Baca Juga:Wabup Dorong Lulusan SMK Lebih Siap Kerja Dan Kreatif – VideoWarga Astapada Pasang Spanduk Sindiran Kecewa Jalan Rusak – Video
Kepala OJK Cirebon menjelaskan, masalah ketimpangan antara inklusi keuangan yang justru lebih tinggi, dibandingkan literasinya. Sehingga, edukasi dan penguatan literasi, menjadi salah satu prioritas yang terus digencarkan, agar anak generasi muda dapat lebih hati-hati, memanfaatkan platform keuangan digital, jangan sampai terjebak dan tergiur dengan pinjaman online ilegal.
Dalam meningkatkan literasi keuangan, OJK menyasar hingga ke wilayah kerja, baik Cirebon hingga Kuningan. Agar para mahasiswa, kedepan akan lebih bijak dan waspada, mengenai bahaya kejahatan keuangan digital.