RADARCIREBON.TV- Sebuah lubang raksasa yang menganga di permukaan Bulan mendadak jadi sorotan utama para ilmuwan NASA.
Pasalnya, lubang ini diduga kuat bukan sekadar cekungan biasa, melainkan pintu masuk menuju jaringan gua bawah tanah yang sangat luas—tempat yang digadang-gadang cocok jadi lokasi pangkalan manusia di masa depan.
Dikenal dengan nama Marius Hills Pit, lubang ini punya ukuran yang tak main-main: lebarnya sekitar 90 meter dengan kedalaman mencapai 45 meter.
Baca Juga:Pertajam Lini Depan, PSIS Semarang Resmi Gaet Ex-Striker Borneo FC Felipe CadenazziTimnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Yordania di FIFA Matchday November 2026, Jadi Ujian John Herdman
Para ahli percaya, lubang ini terbentuk akibat atap gua yang runtuh, layaknya “skylight” atau jendela alam yang menembus ke dalam terowongan lava purba di bawah tanah.
Selama ini, Marius Hills Pit cuma bisa dipantau dari jauh lewat jepretan satelit. Namun, NASA tak mau cuma menebak-nebak. Mereka kini resmi menyiapkan misi khusus untuk terjun langsung membedah rahasia di dalam lubang tersebut.
Misi bernama GIMLI (Geophysical Instruments for Marius Lunar pit Investigation) ini bakal menerjunkan wahana penjelajah canggih.
Perlengkapannya tak main-main, mulai dari radar penembus tanah untuk memetakan isi dalam gua, alat pengukur gravitasi, sensor seismik untuk mendeteksi struktur batuan, hingga kamera beresolusi super tinggi.
“Temuan terowongan lava yang utuh akan membuka wawasan baru tentang bagaimana aktivitas vulkanik terjadi di Bulan,” jelas Gareth Morgan, ilmuwan senior dari Planetary Science Institute yang memimpin riset ini.
Mengapa Gua Ini Sangat Penting?
Jika terbukti tersambung ke lorong bawah tanah yang luas, lokasi ini punya nilai strategis yang sangat mahal bagi masa depan penjelajahan antariksa.
Tinggal di permukaan Bulan sebenarnya sangat berbahaya bagi manusia karena paparan radiasi matahari dan sinar kosmik yang ekstrem, belum lagi perubahan suhu yang luar biasa drastis.
Baca Juga:Mees Hilgers Siap Comeback ke Timnas Indonesia November 2026? Sinyal Positif Usai Absen Hampir 500 HariSiap Manggung di Brasil! Ini Jadwal Lengkap Timnas Futsal Indonesia di Futsal Nation Cup 2026
Nah, terowongan bawah tanah ini bisa menjadi “benteng alami” yang melindungi para astronaut dari bahaya tersebut. Selain itu, suhu di dalam gua cenderung jauh lebih stabil dibanding kondisi di luar.
Karakteristik inilah yang membuat Marius Hills Pit dilirik sebagai calon kuat lokasi pemukiman permanen manusia di Bulan. Selain bisa dijadikan tempat persinggahan untuk misi antariksa yang lebih jauh, lokasi ini juga ideal untuk markas riset jangka panjang.
