Bukan Hadiah Mahal, 5 Hal Sederhana Ini Bikin Anak Merasa Sangat Berharga

Foto
Ilustrasi: Gemini ai
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Sadar atau tidak, anak-anak mungkin bakal lupa apa menu masakan di meja hari ini atau kado mahal apa yang pernah dibelikan orang tuanya.

Tapi satu hal yang bakal terus menempel di ingatan mereka sampai dewasa adalah bagaimana perasaan mereka saat bersama keluarga—apakah mereka benar-benar didengar, dipahami, dan disayangi?

Membuat anak merasa berharga sebenarnya tak butuh modal besar. Tak perlu selalu menghujani mereka dengan barang mewah atau pujian berlebihan setiap detik.

Baca Juga:Temuan Lubang Raksasa di Bulan: Calon "Rumah Masa Depan" Astronaut NASAPrediksi Man City vs PSG 15 Oktober 2026: The Citizens Lagi Ganas, Juara Bertahan Siap Mengancam

Justru, bentuk perhatian sederhana yang konsisten dari orang tua sehari-harilah yang bikin mental anak makin percaya diri dan merasa aman.

Melansir dari Times of India, ada lima kebiasaan simpel yang bisa diterapkan para orang tua di rumah agar si kecil merasa benar-benar dihargai:

1. Tanyakan Hal-Hal Kecil, Jangan Cuma Soal Nilai atau Kejadian Besar

Pertanyaan seperti “Bagaimana sekolah hari ini?” memang bagus untuk membuka obrolan. Tapi coba sesekali gali cerita yang lebih mendalam dan spesifik. Misal: “Tadi di sekolah gambar apa?”, “Main apa sama teman tadi pas istirahat?”, atau “Ada cerita lucu apa dari temanmu hari ini?”

Pertanyaan kecil begini membuktikan kalau orang tua peduli sama seluruh isi dunia si kecil. Menurut UNICEF, mendengarkan cerita-cerita kecil seperti ini adalah kunci pola asuh positif. Anak bakal merasa tiap momen yang mereka lalui itu penting untuk dibagikan.

2. Luapkan Perhatian Penuh (Jauhkan HP Dulu!)

Anak tak butuh waktu orang tua seharian penuh tanpa henti. Yang mereka butuhkan cuma kualitas waktu. Luangkan waktu beberapa menit saja tanpa gangguan layar ponsel.

Duduklah di sampingnya, tatap matanya saat bicara, dan biarkan dia menyelesaikan ceritanya sampai tuntas sebelum orang tua buru-buru memberi nasihat.

Bagi kita, cerita pensil patah atau rebutan mainan mungkin terdengar sepele, tapi bagi anak, itu masalah besar. Mendengarkan dengan aktif bikin anak merasa benar-benar dianggap.

Baca Juga:Partai Politis Malaysia Semprot Indonesia Soal Asap: "Stop Banyak Alasan!"Indonesia Juara 1 Panggilan Spam di Asia Pasifik, Nyaris 90 Persen Nomor Tak Dikenal Ternyata Spam!

3. Puji Proses dan Usahanya, Bukan Cuma Hasil Akhir

Kalimat pujian seperti “Wah, pinter banget!” yang diucapkan terlalu sering terkadang terdengar seperti rutinitas formalitas. Coba ubah dengan pujian yang lebih spesifik pada usahanya.

0 Komentar