RADARCIREBON.TV – Mendidik anak di era digital menghadirkan tantangan yang berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Jika sebelumnya orang tua lebih khawatir terhadap tayangan televisi atau lingkungan bermain, kini mereka juga perlu memperhatikan jejak digital, media sosial, hingga kebiasaan membagikan momen anak di internet sejak usia dini.
Tak sedikit orang tua yang mengunggah foto bayi, aktivitas sekolah, atau keseharian anak sebagai bentuk kebanggaan. Namun di balik itu, setiap unggahan dapat menjadi bagian dari jejak digital yang akan terus melekat hingga anak tumbuh dewasa. Karena itu, digital parenting tidak cukup hanya soal membatasi waktu penggunaan gawai atau screen time, tetapi juga membangun kesadaran dalam menggunakan teknologi secara bijak.
Digital Parenting Perlu Diimbangi dengan Kecerdasan Emosional
Psikolog dari Tabula Rasa, Arnold Lukito, menjelaskan bahwa bekal utama yang perlu dimiliki orang tua di era digital bukan hanya literasi teknologi, tetapi juga literasi emosi atau emotional intelligence.
Baca Juga:Usai Uji Coba Kontra Bali United, John Herdman Fokus Tingkatkan Kualitas Timnas IndonesiaOrang Tua Wajib Tahu, Ini 15 Kalimat Afirmasi Positif untuk Anak
Menurutnya, banyak orang tua masih berfokus pada pengaturan screen time, penggunaan parental control, dan berbagai aspek teknis lainnya. Padahal, anak juga perlu dibimbing untuk mengenali emosi, memahami batasan (boundaries), mengerti pentingnya persetujuan (consent), serta menyadari bahwa nilai dirinya tidak ditentukan oleh banyaknya perhatian yang diperoleh di media sosial.
Dengan bekal tersebut, anak diharapkan mampu tumbuh sehat secara emosional sekaligus lebih aman saat berinteraksi di ruang digital.
Anak Belajar dari Teladan Orang Tua
Arnold menilai, digital parenting yang sehat dimulai dari kebiasaan orang tua sendiri. Anak lebih mudah meniru perilaku yang mereka lihat dibanding hanya mendengarkan nasihat.
Empat Kemampuan yang Perlu Dimiliki Orang Tua
Menurut Arnold, ada empat kemampuan penting yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
- Self-awareness atau kesadaran diri.
- Self-regulation atau kemampuan mengendalikan diri.
- Social awareness atau kepedulian terhadap orang lain.
- Relationship management atau kemampuan membangun hubungan yang sehat.
Kesadaran diri membantu orang tua memahami alasan di balik setiap unggahan tentang anak. Mereka perlu bertanya pada diri sendiri apakah foto atau video yang dibagikan benar-benar untuk berbagi kebahagiaan, atau justru karena ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain.
