Komdigi Siapkan Aturan Label Konten AI, Video dan Gambar Buatan Kecerdasan Buatan Wajib Ditandai?

Foto
Ilustrasi/ Gemini ai
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Maraknya konten berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang makin mirip dengan aslinya membuat Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil langkah tegas.

Pemerintah saat ini tengah menggodok aturan baru yang akan mewajibkan seluruh produk digital buatan AI diberi label khusus.

Langkah ini diambil agar masyarakat bisa membedakan dengan jelas mana konten asli buatan manusia dan mana hasil rekayasa teknologi.

Baca Juga:Apple Siap Luncurkan MacBook Pro Layar Sentuh Pertama, Ini Bocoran Fitur dan Spesifikasinya!Tarif Listrik PLN 19–25 Oktober 2026 Tidak Naik, Cek Harga per kWh Semua Golongan

Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, mengungkapkan bahwa aturan tersebut rencananya akan dituang dalam bentuk Peraturan Menteri (Permen).

“Di Indonesia, Komdigi sedang mengkaji itu untuk membuat peraturan menteri agar setiap perusahaan-perusahaan pengembang AI itu bisa memberikan label tentang autentisitas dari keaslian produk video yang dibuat atau produk digital media yang dihasilkan,” ujar Nezar, dikutip dari laman resmi Komdigi, Senin (19/10/2026).

Risiko Penipuan Makin Tinggi

Pesatnya perkembangan AI belakangan ini memang jadi tantangan tersendiri bagi ruang digital Indonesia.

Canggihnya kemampuan AI dalam menirukan video, gambar, hingga suara manusia membuat batas antara fakta dan rekayasa makin kabur. Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko penipuan online serta penyebaran hoaks.

Guna mengatasi ancaman tersebut, sejumlah perusahaan teknologi global sebenarnya sudah mulai mengembangkan sistem penelusuran rekam jejak digital (meta digital) untuk mendeteksi asal-usul sebuah konten.

Tak hanya soal pelabelan, Nezar menambahkan bahwa pemerintah saat ini juga tengah meracik Peta Jalan Nasional Kecerdasan Artifisial 2026–2029.

Penyusunan tata kelola AI ini melibatkan lebih dari 400 pemangku kepentingan, mulai dari kementerian, komunitas, akademisi, hingga pelaku industri.

Baca Juga:Man City Kena Badai Cedera Menjelang Laga Liga Champions: Haaland Masih Meragukan, Semenyo Dipastikan AbsenBus Suporter PSS Sleman Kecelakaan di Tol Ngawi, 4 Orang Meninggal Dunia

Jaga Kredibilitas, Jangan Pakai AI Tanpa Nalar

Di tengah gempuran teknologi, Nezar mengingatkan publik dan organisasi untuk tetap bijak dan bertanggung jawab saat memanfaatkan AI.

Ia menegaskan bahwa secanggih apa pun teknologi, AI tidak boleh menggantikan peran dan akal sehat manusia dalam mengambil keputusan.

“AI harus didudukkan sebagai alat, sebagai mitra kerja bukan pengganti nalar dan tanggung jawab manusia,” tegas Nezar.

Secara khusus, ia juga mewanti-wanti para praktisi hubungan masyarakat (Public Relations) untuk lebih berhati-hati dalam menjaga kredibilitas informasi yang disebarkan ke publik.

0 Komentar