.

Diterjang Banjir dan Longsor, Begini Kondisi 2 Desa di Sumendang

SUMEDANG – Hujan yang turun dengan intensitas tinggi di wilayah Kecamatan Tanjungkerja, Kabupaten Sumedang pada Minggu (9/1) sore hingga malam hari, mengangkibatkan 2 desa di landa banjir dan longsor

Akibat banjir dan longsor tersebut,  2 Tembok Penahan Tebing (TPT) di Desa Kertaharja dan Desa Tanjungmulya mengalami  longsor yang terjadi di Desa Kertaharja Dusun Cihaur RT2 RW 3, akibatnya jalan raya Hariang – Sumedang terputus.

Warga Dusun Cihaur Desa Kertaharja, Agus (45), menjelaskan, kejadian tersebut terjadi ketika hujan deras, sekitar pukul 18.00.

“Pas saya di mesjid tiba tiba ada suara gemuruh, setelah saya pulang dari masjid melihat jalan ternyata sudah terputus oleh longsor,” jelas Agus

Tanah longsor tersebut menutupi ruas jalan Sumedang-Hariang sehingga terputus kurang lebih kurang selama 3jam, kendaraan yang akan melalui jalan tersebut pun terpaksa memutar.

“Kalo tadi sempat macet, yang dari Sumedang menuju Hariang harus memutar, tanah longsorang langsung dibersihkan oleh warga dibantu sama aparat setempat. Mungin karena matrialnya terlalu banyak kita akan menunggun alat berat,” pungkas Agus.

Selain Longsor melanda 7 rumah warga, Dusun Cihaur Desa Kertaharja juga terendam banjir setinggi betis orang dewasa.

Sementara itu, hal serupa terjadi di Dusun Cinungku Desa Tanjungmulya Kecamatan Tanjungkerta. TPT kurang lebih sepanjang 21 meter di pinggir jalan jebol akibat aliran sungai yang yang tepat ada disebelah TPT tersebut.

Selain Jebolnya TPT, 2 Kepala Keluarga di Dusun Cinungku juga di terjang banjir, akibat meluapnya aliran Sungai Cinungku yang dekat dengan rumah Warga.

Ketua Jaga Lembur Sisi Jalan (Jabursila) Kecamatan Tanjungkerta, Oom Hidayat mengatakan, ada 4 titik di 2 desa yang diterjang bencana banjir dan longsor.

“Akibat hujan deras terjadi longsor dan banjir di 2 Desa di Kecamatan Tanjungkerta. Untuk di Desa Tanjungmulya Mulya sendiri terjadi Jebol TPT yang tepat di Aliran Sunga Cinungku, TPT yang Ambrol kurang lebih sepanjang 21 meter, dan 2 rumah terendam setingi 50 cm” jelas Oom.

Hingga saat ini belum bisa dipastikan kerugian yang dialami oleh warga 2 Desa yang terdampak tersebut, Namun Janursila menlakukan pengawasan di titik titik rawan di wilayah Tanjungkerta.

“Kami sudah berkoordinasi dengan, BPBD, TNI, dan Polsek untuk menanggulai hal ini,” Pungkasnya. (kga)

 

Anda mungkin juga berminat

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More

× Hubungi Marketing