RADARCIREBON.TV – Ini dia, informasi mengenai uang kuno 100 rupiah tahun 1992.
Bagi kolektor uang kuno, ini sangat diburu. Pasalnya, uang kuno ini jika kalian mengumpulkan dalam jumlah banyak, kalian bisa mampu membeli 10 buah motor, mobil hingga rumah loh!
Memang berapa sih harganya? Yuk baca lebih lanjut.
Ini karena harga yang sangat baik dari uang ini di berbagai platform jual beli internet.
Salah satunya gambar phinisi pada uang kertas Rp. 100. Uang kertas merah muda ini memiliki gambar depan perahu phinisi di atasnya.
Baca Juga:Apa itu Tanaman Hidroponik? Simak Juga 5 Manfaat Metode Tanam HidroponikSimak! 4 Tips Menanam Hidroponik Mudah dan Murah
Untuk waktu yang sangat lama, tidak ada aktivitas jual beli publik yang menggunakan mata uang yang di perkenalkan pada tahun 1992 itu.
Berdasarkan informasi yang di dapat, melalui akun etalase Agung menilai koin ini Rp 150 juta di marketplace Lazada-nya.
Ia mengaku meski uangnya sudah habis, masih ada 11 lembar lagi yang bisa diakses. Belum ada satupun pembeli yang terlihat membeli Rp. 100 catatan dari akun itu.
Seorang pria yang di ketahui mengumpulkan uang juga menanggapi pertanyaan tentang uang tagihan Rp100 dalam video yang di posting oleh Youtube Info Uang dengan gambar perahu layar ini.
“Uang Kuno 100 Pinisi TERLANGKA & TERMAHAL, Mustahil Anda Miliki?!” bunyinya. Program tersebut di posting pada Senin, 11 Januari 2021.
Pembicara juga mulai berbicara tentang uang Rp. 100.000 masalah.
Disebutkan bahwa pinisi pada uang kuno 100 rupiah harganya jutaan atau puluhan juta rupiah, tapi itu tidak benar; itu adalah penipuan, tambah pria itu.
Dia memulai video dengan mengatakan bahwa tidak benar bahwa uang di jual dengan harga puluhan juta dolar.
Baca Juga:Ini Bedanya! Hp Infinix Hot 10 Play dengan Infinix 10s, Mana yang Lebih Unggul?28 Daftar Harga Hp Infinix Terbaru di 2022
Individu mengklaim bahwa mata uang itu biasanya di jual kurang dari Rp 5.000. Ia berkata, “Biasanya uang kertas pinisi Rp 100 harganya sekitar Rp 3.000 per lembar.
Dia juga memberikan harga yang wajar untuk emisi per saham tahun 1992 seperti yang di lakukan oleh seorang kolektor sejati.
Sementara itu, pria tersebut berkomentar, “Uang yang saya miliki bisa bernilai lebih dari Rp 1 juta.”
