Petani Bergejolak Akibat Kuota Pupuk Bersubsidi Dibatasi

Petani Bergejolak Akibat Kuota Pupuk Bersubsidi Dibatasi
0 Komentar

Petani di Desa Suranenggala, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, tengah menghadapi tantangan serius akibat pembatasan kuota pupuk bersubsidi. Persyaratan administrasi yang sulit untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dinilai mempersulit petani.

Pemerintah Desa Suranenggala menerima banyak keluhan dari petani terkait semakin sedikitnya kuota pupuk bersubsidi. Di saat kebutuhan pupuk kimia sangat tinggi, terutama pada masa tanam seperti sekarang, pembatasan ini menjadi pukulan berat bagi petani.

Kuwu Desa Suranenggala, Rasidin, meminta pemerintah untuk tidak menyulitkan petani dalam mendapatkan pupuk bersubsidi dan mengembalikan kuota pupuk bersubsidi agar normal seperti sebelumnya.

Baca Juga:Turun Ke Cirebon Bantu MasyarakatBanyak Laporan Keluar Masuk Kendaraan Berat

Saat ini, petani hanya mendapatkan pupuk urea bersubsidi sekitar satu kuintal untuk memenuhi kebutuhan tanam satu hektar, padahal kebutuhan sebenarnya mencapai 3 hingga 4 kuintal pupuk bersubsidi per hektar. Petani terpaksa membeli pupuk non-subsidi dengan harga yang lebih mahal, yang mengakibatkan biaya produksi pertanian membengkak.

0 Komentar