Perguruan tinggi nampaknya memiliki peran penting dalam menyongsong masa yang akan datang, terutama di Jawa Barat yang telah dipetakan akan memiliki kawasan pertumbuhan ekonomi baru, yaitu Kawasan Segitiga Rebana.
Segitiga Rebana alias kawasan megapolitan nampaknya akan menjadi motor baru dalam pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat. Oleh karena itu, guna menyongsong kawasan tersebut, khususnya Kertajati/Patimban dan Cirebon, diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak, tak terkecuali instansi pendidikan seperti universitas.
Kabid GTK Dinas Pendidikan Jabar, Diah Restu Susanti, mengungkapkan bahwa tantangan di era globalisasi abad ke-21 kini nampak semakin kompleks. Untuk menghadapinya, diperlukan peran universitas dalam membentuk SDM yang berdaya saing, terlebih dalam menyongsong pembangunan Segitiga Rebana yang diproyeksikan akan rampung pada tahun 2030 mendatang.
Baca Juga:Pembangunan Jembatan Penpen Capai 75 Persen – VideoLagu Untuk Kebebasan Pegi – Video
Diah menambahkan bahwa berdasarkan data BAPEDA Jabar, proyeksi Segitiga Rebana ini dipastikan pembangunannya akan berawal dari kawasan Kertajati yang nantinya berkembang menjadi aeropolis. Oleh karena itu, nilai kolaboratif antara pemerintah, industri, dan universitas, khususnya di Majalengka, posisinya sangatlah sentral.
Rektor Universitas Sindangkasih, Cecep Sumarna, juga melihat bahwa potensi sentral megapolitan wilayah 3 ini sebenarnya berada di Majalengka. Hal itu dapat dilihat dari Majalengka kini menjadi buruan baru dalam konteks investasi bidang apapun. Oleh karenanya, kehadiran Universitas Sindangkasih, yang merupakan gabungan kampus STKIP Yasika dan AKPER YPIB, menandakan bahwa pihaknya siap dalam mencetak SDM yang dibutuhkan bagi Majalengka ke depan.
Sementara itu, pemerintah kabupaten melalui Sekda Eman Suherman juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendorong dan percaya bahwa SDM lulusan universitas di Majalengka ini ke depan akan mampu menempati berbagai posisi strategis di Metropolitan Rebana Jawa Barat.