Peringatan Tegas untuk Rosenior: Garnacho Dinilai Lebih Tepat Jadi Pemain Cadangan saat Chelsea Hadapi Arsenal

Alejandro Garnacho
Peringatan Tegas untuk Rosenior: Garnacho Dinilai Lebih Tepat Jadi Pemain Cadangan saat Chelsea Hadapi Arsenal. (Foto. Instagram Pribadi @garnacho7)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, mendapat sorotan jelang duel penentuan melawan Arsenal pada leg kedua semifinal Carabao Cup 2025/2026. Meski timnya tengah berada dalam tren positif, keputusan soal komposisi starting XI dinilai krusial, terutama terkait peran Alejandro Garnacho.

Mantan gelandang Chelsea, Craig Burley, melontarkan peringatan keras kepada Rosenior agar tidak mengambil risiko dengan menurunkan Garnacho sejak menit awal. Menurut Burley, winger asal Argentina itu belum cukup solid untuk menjadi starter dalam laga besar berintensitas tinggi seperti menghadapi Arsenal.

Chelsea sendiri baru saja meraih kemenangan dramatis atas West Ham United di ajang Premier League. Sempat tertinggal dua gol dan menerima tekanan dari publik Stamford Bridge di babak pertama, The Blues bangkit luar biasa setelah jeda. Gol penentu Enzo Fernandez di masa injury time mengubah suasana stadion dari tegang menjadi penuh euforia.

Baca Juga:Liverpool Berpesta di Liga Juara: Van Dijk Torehkan Rekor, Szoboszlai Jadi Motor PermainanReal Madrid Kena Karma Mourinho, The Special One Bawa Benfica Hancurkan Madrid

Hasil tersebut semakin memperkuat reputasi Rosenior sebagai pelatih yang mampu membaca pertandingan dengan baik. Sejak dipercaya menukangi Chelsea, ia telah mempersembahkan enam kemenangan dari tujuh laga. Namun, salah satu keputusan penting dalam laga kontra West Ham justru adalah menarik keluar Garnacho saat turun minum.

Penampilan Garnacho di babak pertama dinilai jauh dari harapan. Ia kesulitan mengimbangi duel melawan Aaron Wan-Bissaka dan kurang berkontribusi saat tim bertahan. Minimnya disiplin di sektor sayap disebut membuat Chelsea rentan, hingga kebobolan gol dari Jarrod Bowen dan Crysencio Summerville.

Burley menilai kondisi tersebut menjadi bukti bahwa Garnacho lebih berbahaya jika dimainkan sebagai super sub. Dengan kecepatan dan keberaniannya dalam duel satu lawan satu, Garnacho dianggap ideal masuk di fase akhir pertandingan ketika stamina lawan mulai menurun.

“Dia tipe pemain yang sangat efektif masuk di menit-menit akhir. Ketika ruang mulai terbuka, kecepatannya bisa sangat mematikan. Tapi sebagai starter? Itu terlalu berisiko,” ujar Burley dalam analisisnya.

Pandangan tersebut cukup kontras dengan penampilan Garnacho di leg pertama semifinal, di mana ia mencetak dua gol penting ke gawang Arsenal. Meski begitu, Burley menegaskan bahwa satu laga impresif tidak cukup untuk menutup kelemahan mendasar dalam aspek taktik dan konsistensi.

0 Komentar