Rupiah Melemah Lagi! Pengusaha Khawatir Biaya Produksi Makin Membengkak

foto
ilustrasi/ gemini ai
0 Komentar

Makanya, pelaku usaha nggak cuma melihat ini dari sisi “siapa untung siapa rugi”. Yang paling penting justru stabilitas nilai tukar. Kurs yang terlalu fluktuatif bikin perencanaan bisnis jadi susah dan penuh ketidakpastian.

Sebagai langkah antisipasi, banyak pelaku usaha mulai melakukan berbagai strategi. Mulai dari efisiensi biaya, melakukan hedging (lindung nilai), sampai mencoba mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor dengan beralih ke produk lokal.

Di sisi lain, pemerintah juga diharapkan bisa menjaga stabilitas ekonomi. Mulai dari memperkuat cadangan devisa, menjaga kepercayaan pasar, sampai memastikan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter berjalan dengan baik.

Baca Juga:Piala AFF Futsal 2026: Jadwal Timnas Indonesia, Daftar Pemain, dan Misi Raih Gelar Ketiga!Jadwal & Prediksi BRI Super League Pekan 26: Persib Terancam, Borneo Intai, Persija Diuji Tim On Fire

Kalau dilihat lebih jauh, pelemahan rupiah ini juga dipengaruhi faktor global. Mulai dari kondisi geopolitik dunia, arus modal keluar, tingginya kebutuhan dolar untuk impor dan bayar utang, sampai kebijakan suku bunga di Amerika Serikat yang masih tinggi.

Jadwal Siaran Langsung (Update Kurs & Ekonomi)

Buat kamu yang ingin memantau perkembangan ekonomi dan nilai tukar rupiah secara real-time, biasanya update terbaru bisa disimak lewat:

  • TVRI Nasional – Program berita ekonomi (pagi & malam)
  • Metro TV – Prime Time News & Market Review
  • CNBC Indonesia (TV & YouTube) – Update pasar & kurs harian
  • Bloomberg TV Asia (streaming) – Analisis global market

Intinya, kondisi rupiah di angka Rp17.000 per dolar AS ini memang jadi tantangan tersendiri. Baik buat pengusaha maupun masyarakat umum. Harapannya, ke depan kondisi bisa lebih stabil supaya ekonomi tetap berjalan dengan sehat dan nggak terlalu membebani banyak pihak.

0 Komentar