Capaian kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon sepanjang tahun 2025 dinilai baik dengan realisasi lebih dari 96 persen. Namun, DPRD menilai penyerapan anggaran serta distribusi obat ke Puskesmas masih belum optimal.
Capaian kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon sepanjang tahun 2025 dinilai baik dengan realisasi lebih dari 96 persen. Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Khanafi, menyebutkan capaian kinerja Dinas Kesehatan sepanjang tahun 2025 tergolong baik. Realisasi program dan kegiatan bahkan melampaui 96 persen dari target yang ditetapkan.
Meski demikian, DPRD menemukan masih adanya persoalan dalam penyerapan anggaran, khususnya pada Badan Layanan Umum Daerah atau BLUD Puskesmas. Rata-rata setiap puskesmas tercatat memiliki sisa lebih perhitungan anggaran, atau SILPA hingga sekitar Rp500 juta.
Baca Juga:DLH Siapkan Langkah Kolaboratif Atasi Persoalan Sampah – VideoNelayan Di PPN Kejawanan Kesulitan Dapat Bahan Bakar – Video
Kondisi tersebut dinilai menunjukkan belum optimalnya pemanfaatan anggaran di tingkat pelayanan kesehatan dasar. Selain itu, Dinas Kesehatan juga dinilai masih membutuhkan dukungan, terutama dalam pengadaan obat.
Pasalnya, anggaran pengadaan obat terdampak kebijakan efisiensi, sehingga distribusi bantuan obat ke puskesmas belum berjalan maksimal. Hal ini dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
DPRD Kabupaten Cirebon mendorong, adanya perbaikan dalam pengelolaan anggaran dan pemenuhan kebutuhan obat, agar layanan kesehatan di Kabupaten Cirebon dapat semakin optimal ke depannya.