Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon menyiapkan langkah kolaboratif dalam menangani permasalahan sampah yang kian meningkat.
Volume sampah di Kabupaten Cirebon terus bertambah dan dinilai semakin tidak terkendali. Kondisi ini diperparah dengan jumlah TPS liar yang semakin sulit diatasi Dinas Lingkungan Hidup akibat minimnya kesadaran masyarakat serta armada pengangkut sampah yang masih belum ideal untuk menjangkau seluruh wilayah.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon menyiapkan kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk desa dan kecamatan, untuk mengoptimalkan penanganan sampah. Dinas Lingkungan Hidup bahkan siap membentuk desa percontohan pengelolaan sampah, seperti di desa Girinata dan Ciawi Gajah, agar bisa ditiru oleh desa desa lain.
Baca Juga:DPRD Kota Cirebon Terima Aspirasi P3K Paruh Waktu – VideoRSUD Waled Perkuat Tata Kelola BPJS Kesehatan – Video
Program ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dengan melibatkan peran aktif masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Sementara, melalui program kolaborasi desa percontohan, diharapkan kesadaran masyarakat meningkat serta beban tempat pembuangan akhir dapat berkurang. Pasalnya, saat ini sampah yang dihasilkan oleh masyarakat terutama di timur Kabupaten Cirebon bisa mencapai seratus ton per hari, sedangkan armada pengangkut sampah yang aktif hanya sekitar enam puluh unit, padahal idealnya untuk wilayah seluas Kabupaten Cirebon membutuhkan minimal dua ratus unit armada pengangkut sampah.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon mengimbau agar masyarakat turut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan demi menciptakan Kabupaten Cirebon yang bersih dan sehat serta bebas sampah liar.