Para nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan, Kota Cirebon, mengalami kesulitan pasokan bahan bakar minyak. Dampaknya, puluhan kapal masih bersandar, dan belum bisa melakukan operasional melaut.
Sejak dua bulan terakhir, para nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara atau PPN Kejawanan Kota Cirebon, mengalami kesulitan pasokan bahan bakar minyak, untuk operasional kapal dalam menangkap ikan.
Meski kapal kapal yang berkapasitas di bawah 30 GT sebanyak 60 lebih, sudah mendapatkan kuota BBM subsidi 15 kilo liter per kapal, namun masih kurang, antara 8 sampai 9 kilo liter per kapal yang biasanya bisa didapatkan dari BBM non subsidi.
Baca Juga:DPRD Kota Cirebon Terima Aspirasi P3K Paruh Waktu – VideoRSUD Waled Perkuat Tata Kelola BPJS Kesehatan – Video
Hanya saja saat ini, BBM non subsidi juga masih kosong di SPBN Kejawanan, karena kebutuhan setiap kapal sekitar 24 kilo liter, untuk bisa berangkat melaut selama empat bulan dan kembali ke pelabuhan.
Dampak para nelayan tidak bisa melaut karena kekurangan bahan bakar, banyak kapal yang hanya bersandar, dan tidak melakukan operasional melaut untuk menangkap ikan.
Para nelayan berharap, penyaluran BBM subsidi, bisa ditambah jika memungkinkan. Namun jika tidak, pasokan BBM non subsidi bisa lebih dipercepat pengiriman ke PPN Kejawanan, agar para nelayan bisa kembali beraktivitas melaut.