RADARCIREBON.TV – Hasil survei nasional terbaru menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran berada pada angka yang cukup tinggi. Berdasarkan temuan lembaga survei Poltracking Indonesia, sebanyak 75,1 persen masyarakat mengaku puas terhadap kinerja pemerintah saat ini. Angka tersebut tidak muncul begitu saja, melainkan didorong oleh sejumlah program prioritas yang dinilai langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam survei yang sama, tercatat sekitar 74,1 persen responden mengaitkan tingkat kepuasan tersebut dengan keberhasilan implementasi program MBG. Program ini dinilai menjadi salah satu kebijakan paling menonjol karena dampaknya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas.
Peneliti utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, menjelaskan bahwa MBG merupakan program yang sangat dikenal oleh publik. Tingkat awareness masyarakat terhadap program ini bahkan mencapai 88 persen. Meski demikian, tingkat kepuasan terhadap pelaksanaannya berada di angka sekitar 55 persen, yang menunjukkan masih adanya ruang perbaikan dalam implementasi di lapangan.
Baca Juga:Justin Bieber Cetak Rekor Streaming Tertinggi 2026 Berkat Coachella, Efek Bieberchella Picu Lonjakan GlobalUpdate Terbaru: 5 Negara Dipastikan Tersingkir dari Piala AFF U-17 2026
Tak hanya dikenal luas, MBG juga dinilai sebagai program yang paling memberikan manfaat nyata dibandingkan program lainnya. Sebanyak 36,5 persen responden menyebut MBG sebagai program pemerintah yang paling dirasakan dampaknya secara langsung, melampaui bantuan sosial lain seperti subsidi upah maupun layanan kesehatan.
Dari sisi ekonomi, program ini turut memberikan efek positif di tingkat akar rumput. Kehadiran dapur-dapur MBG di berbagai daerah membuka peluang kerja baru sekaligus memperkuat perputaran ekonomi lokal. Para petani juga merasakan manfaatnya karena hasil panen mereka kini lebih mudah terserap untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan program tersebut.
Salah satu contoh datang dari wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Kelompok tani setempat mengaku bahwa sejak adanya program MBG, hasil pertanian mereka seperti sayuran kini memiliki pasar yang jelas. Kondisi ini berbeda dengan sebelumnya, di mana hasil panen kerap tidak terserap maksimal di pasar tradisional. Bahkan, para petani mulai kembali menggarap lahan secara lebih optimal untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.
Selain berdampak pada sektor ekonomi, MBG juga membawa perubahan sosial yang signifikan, khususnya bagi anak-anak sekolah. Program ini membantu memastikan anak-anak mendapatkan asupan makanan bergizi secara rutin. Sebelumnya, masih banyak siswa yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan, terutama di daerah terpencil. Kini, kondisi tersebut mulai berangsur membaik, yang diharapkan berpengaruh terhadap kesehatan dan konsentrasi belajar mereka.
