Penanganan sampah di wilayah Kecamatan Kuningan terus dimaksimalkan oleh jajaran pemerintah setempat. Setelah menangani limbah restoran di pusat kota, pemerintah kecamatan bergerak menindaklanjut laporan masyarakat di wilayah lainnya.
Pemerintah Kecamatan Kuningan terus bergerak menindak lanjuti laporan masyarakat, terkait penanggulangan sampah maupun limbah.
Pasca penanganan limbah di salah satu usaha kuliner wilayah perkotaan, pada Selasa 21 April 2026 Camat Kuningan Deni Hamdani bersama Pemdes Ancaran meninjau TPS pasar Ancaran yang mengalami overload. TPS yang seharusnya hanya berkapasitas sekitar 3 ton itu tak lagi mampu menampung volume sampah yang terus meningkat.
Baca Juga:Kabupaten Cirebon Perkuat Iklim Investasi – VideoUpaya Kepatuhan Pajak Untuk Tingkatkan PAD – Video
Bahkan terdapat indikasi adanya sampah dari luar area pasar yang ikut dibuang ke lokasi tersebut, sehingga memicu penumpukan dan menimbulkan keluhan pedagang serta warga sekitar. Untuk percepatan penanganan, camat berkoordinasi dengan DLH Kabupaten Kuningan dan PUTR melalui UPTD Benglat dengan mengerahkan armada pengangkut sampah serta satu unit ekskavator menuju lokasi.
Total sampah yang harus diangkut hari ini diperkirakan mencapai sekitar 5 ton. Proses pemindahan ke TPA Ciniru ditargetkan selesai dalam beberapa hari.
Peningkatan volume sampah harian di TPS pasar Ancaran kini menjadi pembahasan di tingkat desa, untuk mencari solusi, serta mencegah penumpukan terulang.
Sementara itu, Kepala Desa Ancaran Mugni mengungkapkan pengangkutan sampah sebenarnya sudah berjalan rutin. Dalam sebulan truk DLH akan mengangkut 12 kali. Namun lonjakan volume membuat mekanisme ini menjadi terganggu.
Salah satu solusi yang dipertimbangkan adalah mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis desa melalui Bumdes, termasuk opsi pengembangan TPS3R agar lebih terstruktur dan berkelanjutan.