Pengelolaan sampah di Desa Penpen Kabupaten Cirebon masih dilakukan secara manual. Tumpukan sampah yang terus bertambah membuat pengelola kerap melakukan pembakaran untuk mengurangi volume sampah.
Tumpukan sampah memenuhi area tempat penampungan sementara atau TPS Desa Penpen Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon. Setiap hari, TPS ini menampung sampah rumah tangga dari warga desa. Keterbatasan sarana dan proses pengangkutan yang belum optimal membuat volume sampah terus meningkat, dan ketika tumpukan sampah sudah terlalu banyak pembakaran kerap dilakukan sebagai cara cepat untuk mengurangi volume sampah.
Namun, langkah atau metode pembakaran terbuka sering menimbulkan dampak bagi lingkungan dan masyarakat. Asap tebal hasil pembakaran sering menyebar ke jalan raya dan mengganggu jarak pandang pengendara yang melintas. Selain menimbulkan bau menyengat, asap pembakaran juga dikeluhkan warga karena menyebabkan sesak dan ketidaknyamanan, terutama bagi pengendara sepeda motor dan warga yang beraktivitas di sekitar TPS.
Baca Juga:KH Adib Rofiuddin Izza Sosok Ulama Kharismatik Penjaga NKRI – VideoSesepuh Buntet Pesantren KH Adib Rofiuddin Izza Berpulang – Video
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat meningkatkan sistem pengelolaan sampah agar tidak lagi mengandalkan pembakaran terbuka. Selain lebih ramah lingkungan, pengelolaan yang baik juga diharapkan dapat menciptakan kenyamanan dan kesehatan bagi masyarakat.
Sementara, menurut warga pemerintah desa Penpen mengklaim akan melakukakan penataan dan pengelolaan tempat pembuangan sampah sementara ini, selain mengandalkan pengangkutan oleh dinas lingkungan hidup. Masyarakat berharap pemerintah desa Penpen bisa lebih optimal dalam mengelola TPS, agar tidak terjadi penumpukan secara terus menerus dan dibakar ditempat terbuka yang berpotensi menimbulkan masalah pencemaran lingkungan.