Anggaran BBM Armada Sampah Capai Rp.3 Miliar Per Tahun – Video

Anggaran BBM Armada Sampah Capai Rp.3 Miliar Per Tahun
0 Komentar

Di tengah sorotan terhadap terhambatnya operasional armada pengangkut sampah di Kabupaten Cirebon, pemerintah daerah mengungkap besaran anggaran yang dikeluarkan untuk kebutuhan bahan bakar armada tersebut. Dalam satu tahun, Pemkab Cirebon mengalokasikan sekitar tiga milyar rupiah atau setara dengan lebih dari 380 ribu liter solar untuk menunjang operasional pengangkutan sampah. ‎

Operasional pengangkutan sampah di Kabupaten Cirebon didukung oleh puluhan armada yang setiap hari melayani pengangkutan sampah dari TPS menuju Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA. Untuk menjaga kelancaran operasional tersebut, pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Lingkungan Hidup mengalokasikan anggaran khusus untuk kebutuhan bahan bakar kendaraan pengangkut sampah. ‎

Sekretaris Baperida Kabupaten Cirebon, Fitroh Suharyono menjelaskan, kebutuhan BBM armada sampah mencapai sekitar 380 ribu liter per tahun dengan total anggaran mencapai tiga miliar rupiah. Perhitungan tersebut dilakukan berdasarkan jumlah armada yang beroperasi, konsumsi bahan bakar masing-masing kendaraan, jumlah hari operasional, hingga kebutuhan insidental yang mungkin terjadi di lapangan. ‎

Baca Juga:Jelang Operasi Patuh Lodaya 2026 – VideoDisnaker Kab. Cirebon Bekali Calon Pekerja Migran Melalui OPP – Video

Fitroh menyebut jumlah armada pengangkut sampah yang menjadi dasar perhitungan berkisar antara 68 hingga 70 unit kendaraan. Anggaran tiga miliar rupiah tersebut khusus digunakan untuk operasional kendaraan pengangkut sampah dan tidak termasuk kebutuhan alat berat maupun kegiatan lain di TPA. ‎‎

Di sisi lain, pemerintah daerah juga masih menanggung biaya pemeliharaan dan operasional alat berat yang digunakan untuk mengelola timbunan sampah di TPA. Sebagian alat tersebut disebut telah berusia lebih dari sepuluh tahun namun masih digunakan untuk menunjang pelayanan. ‎

Selain kebutuhan BBM dan pemeliharaan alat berat, Pemkab Cirebon juga mengalokasikan anggaran untuk peningkatan sistem pengelolaan sampah menuju sanitary landfill. Langkah tersebut meliputi penyemprotan untuk mengurangi bau, penutupan timbunan sampah dengan tanah uruk, serta berbagai kegiatan lain untuk meningkatkan kualitas pengelolaan TPA.

0 Komentar