Sebanyak 10 kabupaten/kota menghadiri manager meeting Porsenitas ke-13 yang digelar di Kota Cirebon. Pertemuan ini membahas kesiapan teknis hingga cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam ajang tahunan tersebut.
Kota Cirebon resmi menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Perbatasan, Porsenitas ke-13 tahun ini, hal tersebut sesuai hasil kesepakatan rapat sebelumnya, di mana Kota Cirebon dijadwalkan menjadi penyelenggara ajang olahraga dan silaturahmi antar daerah tersebut.
Dalam manager meeting yang digelar hari Kamis pagi, perwakilan dari 10 kabupaten/kota yang mengikuti Porsenitas, hadir untuk membahas konsep besar kegiatan. Selain memperkuat koordinasi, forum ini juga menjadi ajang menyatukan persepsi terkait teknis pelaksanaan. Ke sepuluh kabupaten/kota yang akan berpartisipasi dalam Porsenitas yakni, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kuningan, Majalengka, Indramayu, Kota Banjar, Pangandaran, Ciamis, Brebes dan Cilacap.
Baca Juga:Pertanyakan Perpanjangan SK, Alumni Desak Rektor Segera Gelar Mubes Ikatan Alumni UGJBayi Baru Lahir Dibuang Ke Sungai – Video
Ada lima cabang olahraga wajib yang akan dipertandingkan telah disepakati, yakni tenis lapangan, tenis meja, bulu tangkis, bola voli indoor, dan catur. Selain itu, panitia juga mengusulkan sejumlah cabang olahraga pilihan seperti futsal, basket, biliar, padel, hingga long run 10 kilometer.
Pelaksanaan kegiatan akan berlangsung pada 23 hingga 27 Juni mendatang, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi Kota Cirebon. Untuk lokasi kegiatan, opening ceremony direncanakan berlangsung di kawasan balai kota.
Dalam hal pelaksanaan, Eka Madiya, selaku Kepala Bidang Olahraga Dispora Kota Cirebon, akan melakukan monitoring serta mempersiapkan venue-venue yang akan dijadikan sebagai lokasi tempat penyelenggaraan. Untuk lokasinya sendiri, direncanakan akan tersebar di sejumlah venue, di antaranya kawasan Bima, Grage City Mal, serta beberapa fasilitas olahraga lainnya di Kota Cirebon.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tidak hanya tercipta kompetisi olahraga, tetapi juga memperkuat silaturahmi antar daerah serta mendorong promosi potensi unggulan daerah, baik di bidang seni, olahraga, maupun UMKM.