Bayi Baru Lahir Dibuang Ke Sungai – Video

Bayi Baru Lahir Dibuang Ke Sungai
0 Komentar

Kasus penemuan jasad bayi di Sungai Cikondang Kecamatan Cibingbin pada Minggu kemarin berhasil diungkap Polres Kuningan. Pelaku ternyata ibu kandung bayi tersebut yang tega membuangnya sesaat setelah melahirkan.

Kasus penemuan jasad bayi di aliran Sungai Cikondang Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan pada Minggu kemarin berhasil diungkap Satuan Reserse Kriminal Polres Kuningan. Dari hasil olah TKP, pelaku teridentifikasi merupakan ibu kandung dari bayi tersebut. Polisi telah mengamankan seorang perempuan berinisial W, usia 20 tahun, dan ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres AKBP Muhammad Ali Akbar menerangkan, petugas dari tim resmob dikerahkan untuk mengetahu keberadaan ibu kandung dari bayi malang ini. Petugas berhasil menangkap W yang melarikan diri ke daerah Bekasi pada Selasa kemarin.

Baca Juga:Stok Beragam Jenis Cabai Mulai Ada Penurunan Di Pasar Jagasatru – VideoSejumlah Bangunan Di SDN Pesisir Memprihatinkan – Video

Dari keterangan sementara kepada petugas, perempuan muda ini mengaku melahirkan sendirian di kamar mandi. Sementara motif pembuangan bayi dilakukan karena takut kelahiran ini diketahui oleh warga. Selain itu, status pernikahan tersangka juga masih dalam proses pendalaman, karena belum menunjukkan dokumen resmi pernikahan.

Petugas juga mendalami apakah kasus ini melibatkan pihak lain, termasuk mendalami keberadaan ayah biologis dari bayi tersebut.

Dari catatan tim forensik, diduga bayi perempuan ini dibuang dalam kondisi hidup, sebelum ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia. Petugas memastikan paru paru korban sudah mengembang, menunjukan kemungkinan korban sudah bernafas saat dilahirkan.

Dalam pengungkapan ini, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, berupa ember berwarna hitam, gunting, dan satu unit telepon genggam.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman hingga 7 tahun penjara.

Kapolres mengimbau pentingnya peran aktif masyarakat, untuk segera melaporkan jika menemukan indikasi kekerasan terhadap anak agar peristiwa serupa tidak terulang.

0 Komentar